TANGERANGNEWS.CO.ID, Papua | Konflik bersenjata yang terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pekan lalu kembali menimbulkan korban, termasuk warga sipil. Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut dan menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.
Kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) meletus pada Rabu (14/05) pagi. Menurut keterangan resmi dari Satuan Tugas (Satgas) Habema yang mewakili TNI, operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata berlangsung di sejumlah titik di Sugapa, yaitu Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa dalam kontak senjata tersebut dilaporkan 18 anggota OPM tewas. Namun, pernyataan ini dibantah oleh TPNPB-OPM yang melalui keterangan tertulis menyebut hanya tiga anggotanya yang meninggal akibat bom ranjau militer Indonesia yang tidak diketahui pasukan mereka.
Pengamat isu Papua menilai bahwa konflik ini tidak bisa dilepaskan dari dimensi pengelolaan sumber daya alam di daerah tersebut. Saat ini, terdapat rencana eksplorasi Blok Wabu yang memiliki potensi kandungan emas mencapai 4,3 juta ons pada area seluas lebih dari 40 ribu hektare. Riset yang dilakukan oleh koalisi sipil mengindikasikan adanya hubungan kompleks antara peningkatan aktivitas militer dan pengamanan dengan pengelolaan Blok Wabu.(PW)

Tinggalkan Balasan