TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Kondisi infrastruktur di wilayah Kecamatan Neglasari kembali menjadi sorotan tajam. Jalan Sewan, yang merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Tangerang, kini kondisinya memprihatinkan. Proyek perbaikan yang sempat berjalan dikabarkan mandek tanpa kejelasan, meninggalkan lubang-lubang maut dan debu yang menyesakkan.
Keluhan ini memuncak di media sosial setelah sejumlah warga mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap lambatnya respons pemerintah setempat.
“Jalan Sewan Neglasari belum ada kelanjutan perbaikan lagi sampe sekarang,” tulis akun @yaiyadann, salah satu warga yang sehari-hari harus bertaruh nyawa melintasi jalur rusak tersebut.
Fakta di Lapangan: Antara Debu dan Bahaya
Berdasarkan pantauan dan laporan warga, berikut adalah kondisi terkini Jalan Sewan:
- Proyek Terhenti: Material bangunan yang sempat ada kini terbengkalai, menyebabkan penyempitan jalan.
- Risiko Kecelakaan: Lubang dalam yang tergenang air saat hujan menjadi “jebakan batman” bagi pengendara motor.
- Dampak Kesehatan: Debu tebal akibat jalan yang terkelupas mulai mengganggu pernapasan warga sekitar dan pedagang di pinggir jalan.
Suara Rakyat: “Kami Bayar Pajak, Mana Hak Kami?”
Ketidakjelasan kapan perbaikan dilanjutkan memicu spekulasi negatif di masyarakat. Warga merasa Neglasari seperti “anak tiri” dalam pembangunan infrastruktur Kota Tangerang.
”Kami tidak butuh janji di atas kertas atau sekadar ditinjau. Kami butuh aspal yang mulus agar kerja tenang, dagang lancar,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.
Tuntutan Warga kepada Dinas PUPR Kota Tangerang
Melalui rilis ini, warga Neglasari menuntut tiga hal utama:
- Transparansi Anggaran: Penjelasan terbuka mengapa perbaikan Jalan Sewan terhenti.
- Kepastian Timeline: Tanggal pasti kapan alat berat kembali bekerja.
- Solusi Jangka Pendek: Pengurugan lubang secara darurat agar tidak memakan korban jiwa lebih banyak.(ceng)

Tinggalkan Balasan