TANGERANGNEWS.CO.ID, Tigaraksa | Suasana di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang berubah drastis menjadi mencekam pada Selasa (12/5) malam. Sedikitnya ratusan warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, turun ke jalan melakukan aksi sweeping mandiri terhadap sejumlah warung dan kafe yang diduga kuat menjadi sarang peredaran minuman keras (miras) serta praktik hiburan malam terselubung.

​Aksi yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini dipicu oleh keresahan warga yang menilai keberadaan tempat-tempat tersebut telah mencoreng citra wilayah pusat pemerintahan dan merusak moralitas lingkungan.

Kronologi Kejadian

​Massa bergerak secara terorganisir menyisir titik-titik yang selama ini dikeluhkan warga. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat ketegangan saat warga mendatangi beberapa bangunan semi-permanen dan kafe.

  • Temuan di Lapangan: Warga dilaporkan menemukan puluhan botol minuman beralkohol berbagai merek yang disembunyikan di bawah meja dan gudang rahasia.
  • Aspirasi Warga: Perwakilan massa menyatakan bahwa mereka sudah berulang kali melaporkan aktivitas ini, namun merasa tindakan dari pihak berwenang belum memberikan efek jera.
  • Situasi Terkini: Personel kepolisian dan Satpol PP segera tiba di lokasi untuk memediasi massa guna mencegah aksi anarkis atau main hakim sendiri.
  • Menutup Permanen seluruh warung dan kafe yang terbukti menjual miras tanpa izin.
  • Meningkatkan Patroli keamanan di area Puspemkab Tangerang, terutama pada jam-jam rawan.
  • Menindak Tegas oknum yang diduga membekingi keberadaan hiburan malam ilegal tersebut.

​”Kami tidak ingin wilayah Puspemkab yang seharusnya menjadi simbol ketertiban justru jadi sarang maksiat. Ini peringatan keras dari warga Kadu Agung,” ujar salah satu koordinator lapangan di lokasi kejadian.

​Warga menuntut langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk:

​Menutup Permanen seluruh warung dan kafe yang terbukti menjual miras tanpa izin.

​Meningkatkan Patroli keamanan di area Puspemkab Tangerang, terutama pada jam-jam rawan.

​Menindak Tegas oknum yang diduga membekingi keberadaan hiburan malam ilegal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah barang bukti miras telah diamankan oleh petugas. Belum ada laporan mengenai korban luka dalam aksi ini, namun beberapa pengelola warung memilih untuk menutup tempat usaha mereka dan meninggalkan lokasi demi menghindari amuk massa.

​Aksi ini menjadi viral di platform X (Twitter) dan Instagram dengan tagar #TigaraksaDaruratMiras dan #KaduAgungBergerak, memicu perdebatan publik mengenai pengawasan izin usaha di kawasan pemerintahan.(ceng)