TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Jagat maya dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi brutal sekelompok debt collector (penagih utang) di kawasan Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Bukan hanya menagih kendaraan dengan cara-cara intimidatif, mereka bahkan berani menghina dan menantang seorang polwan yang tengah bertugas melakukan mediasi di lokasi.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, ucapan arogan salah satu debt collector menjadi perhatian netizen. “Polisi juga bisa gua lawan!” teriak seorang pria berbadan tegap sambil menunjuk petugas polisi wanita yang berusaha menengahi perselisihan. Alih-alih menghormati proses mediasi, para debt collector justru memprovokasi dan melontarkan kata-kata kasar, seolah hukum bisa dipermainkan di tengah jalan.
Kapolsek Kelapa Dua melalui Panwas Iptu Evy membenarkan kejadian tersebut. “Kami ke lokasi untuk mediasi, namun oknum debt collector justru menantang petugas,” tegas Iptu Evy saat dikonfirmasi, Jumat (4/10).
Menurut Iptu Evy, aksi debt collector yang mengancam dan mengintimidasi, apalagi terhadap aparat, jelas melanggar hukum. “Penarikan kendaraan bermotor harus mengedepankan prosedur hukum. Tidak boleh ada main hakim sendiri, apalagi mengancam aparat penegak hukum di lapangan,” lanjutnya.
Peristiwa ini pun menuai kecaman tajam dari warganet. Sebagian besar netizen mendesak polisi bertindak tegas. “Kalau polisi saja dilawan, gimana nasib masyarakat kecil?” tulis akun @wargacepat di salah satu platform media sosial.
Polisi saat ini tengah menyelidiki lebih lanjut dan mengamankan beberapa rekaman video sebagai barang bukti. Kapolsek Kelapa Dua menegaskan, tidak akan mentolerir aksi-aksi premanisme yang meresahkan warga. “Kami akan memproses semua yang terlibat sesuai hukum yang berlaku,” kata Iptu Evy menutup pernyataan.(ceng)

Tinggalkan Balasan