TANGERANGNEWS.CO.ID, Amsterdam | Sebuah rekaman video mendadak viral di jagat maya dan memicu gelombang kemarahan publik internasional. Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan aksi brutal sejumlah aparat kepolisian Belanda yang membanting seorang wanita dalam kondisi hamil tua hingga tersungkur ke tanah saat proses penangkapan.
Insiden yang menuai kontroversi hebat ini terjadi di sebuah pusat penampungan pencari suaka di Kampweg, Zeist—sebuah wilayah di dekat Amsterdam—sekaligus membantah rumor awal yang menyebutkan peristiwa terjadi di sebuah rumah sakit.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Adu Mulut
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat beberapa petugas polisi sedang berusaha mengamankan seorang pria. Sang wanita—yang diketahui merupakan istri dari pria tersebut—berjalan mendekat dengan maksud baik. Berdasarkan pengakuannya, ia hanya ingin meminta izin kepada petugas agar diperbolehkan menemani suaminya selama masa penahanan.
Namun, situasi mendadak mencekam. Tanpa diduga, seorang petugas polisi langsung mencengkeram tubuh wanita hamil itu dan menghempaskannya ke lantai dengan keras.
Melihat istrinya diperlakukan kasar, sang suami langsung bereaksi dan mencoba membela, yang justru memicu tindakan represif lebih lanjut dari aparat. Sejumlah polisi lain, lengkap dengan anjing pelacak, langsung merangsek maju untuk mengunci pergerakan pria tersebut.
Pernyataan Resmi Kepolisian: Pihak kepolisian Belanda berdalih bahwa anggotanya turun ke lokasi setelah menerima laporan terkait aksi pengrusakan dan ancaman menggunakan senjata tajam.
Siapa Sosok Pria yang Ditangkap?
Identitas pria di dalam video tersebut kini telah terungkap di media sosial. Ia adalah Wesam Rida Fathi Miqdad (atau Wesam Mekdad), seorang warga negara Palestina berusia 30 tahun yang berasal dari Gaza.
Diketahui, Mekdad tengah menghadapi proses deportasi dan status larangan masuk (entry ban) ke wilayah tersebut. Melalui unggahan yang diduga milik akun pribadinya, Mekdad mengklaim bahwa otoritas Belanda menganggapnya sebagai “ancaman bagi ketertiban umum” dan berencana mendeportasinya ke Mesir.
Ia juga sempat menceritakan kisah pilunya yang pernah dipenjara secara tidak adil di Yunani, serta kecemasan mendalam yang ia rasakan terhadap keselamatan keluarganya yang terjebak di Gaza. Meski demikian, klaim-klaim ini belum terverifikasi secara independen sepenuhnya.
Reaksi Netizen Terbelah, Investigasi Mulai Berjalan
Video ini langsung memicu perdebatan panas di internet. Mayoritas netizen mengutuk keras aksi penangkapan tersebut. Penggunaan kekerasan terhadap seorang wanita yang sedang hamil dinilai sangat berlebihan, tidak proporsional, dan mencerminkan kebrutalan polisi (police brutality) serta hilangnya rasa kemanusiaan terhadap kelompok rentan.
Kabar terbaru dari pihak keluarga menyebutkan bahwa pasca-insiden traumatis tersebut, sang wanita dilaporkan telah melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat.
Menanggapi tekanan publik yang kian membesar, otoritas penegak hukum Belanda akhirnya angkat bicara. Mereka mengonfirmasi bahwa penyelidikan resmi telah dibuka untuk memeriksa apakah penggunaan kekerasan dalam penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur atau telah melanggar hukum.(red)

Tinggalkan Balasan