Kecewa dengan Sikap Barat Saat Palestina Dibombardir, Prabowo: Padahal Mereka Ajarkan Hak Asasi Manusia

Minggu, 5 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

TANGERANGNEWS.CO.ID | Sikap negara-negara Barat yang cenderung diam dalam menghadapi konflik yang tengah terjadi di Gaza, Palestina, dikritisi bakal calon presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto. Negara Barat, kata Prabowo, seolah diam seribu bahasa melihat warga tak bersalah, terutama anak-anak, menjadi korban perang.

Melansir data yang dihimpun United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dari Kementerian Kesehatan Gaza dan keterangan resmi pemerintah Israel, terungkap lebih dari 9.100 warga Palestina tewas akibat perang antara Israel dan kelompok militan Hamas selama periode 7 Oktober-2 November 2023.

Baca Juga :  Rapat Kerja Nasional SMSI: Mengangkat Peran Media Siber dalam Pembangunan Bangsa

Prabowo begitu menyayangkan sikap acuh itu lantaran menurutnya Barat memiliki prinsip dan ajaran yang baik, khususnya tentang demokrasi serta hak asasi manusia (HAM).”Sayang disayang, mereka banyak mengajarkan demokrasi. Mereka ajarkan hak asasi manusia. Tapi, begitu ada sebuah negara yang bom rumah sakit, yang bunuh anak-anak kecil, mereka diam seribu bahasa,” kata Prabowo saat menghadiri Dialog Cendekia yang digagas Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Makassar, Sabtu (4/11).

“Mereka yang mengajarkan kita hak asasi. Jadi ternyata saudara-saudara, apa yang diajarkan seringkali bukan itu yang diyakini,” sambungnya.

Korban dari warga Palestina paling banyak berada di Jalur Gaza, di mana korban jiwa 9.061 orang dan korban luka 22.911 orang. Sementara di wilayah Tepi Barat korban jiwa 132 orang dan korban luka 2.281 orang.Dalam periode sama, jumlah total korban jiwa dari pihak Israel sekitar 1.419 orang dan korban luka 5.415 orang.

Baca Juga :  Koalisi Masyarakat Spil Dorong Netralitas Pemilu demi Peningkatan Kualitas Demokrasi

Prabowo juga mengingatkan bagaimana sejarah memiliki nilai penting bagi sebuah bangsa. Untuk itu, ia berharap para cendekiawan muslim dapat terus mempelajari sejarah, selain mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).”Kita harus belajar sejarah. Karena itu, cendekiawan muslim, selain Iptek, saya juga berharap belajarlah sejarah, apalagi kita punya sejarah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bank Banten Resmi Berdiri Sendiri sebagai BUMD Pemprov Banten
Perpres Publisher Rights: Antara Kesepakatan dan Kontroversi di Kalangan Insan Pers
Rapat Kerja Nasional SMSI: Mengangkat Peran Media Siber dalam Pembangunan Bangsa
Komisioner KPU Bantah Keterkaitan Server Sirekap dengan Alibaba di Singapura
Presiden Jokowi: Seorang Presiden Boleh Memihak dan Berkampanye Selama Tidak Melanggar Aturan
Anies Baswedan Bertemu dengan Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta
Asosiasi Pengusaha Hiburan Minta Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Pajak
Jusuf Kalla (JK) Ajak Masyarakat Pertimbangkan Dampak Pemimpin yang Suka Marah-marah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:08 WIB

Bank Banten Resmi Berdiri Sendiri sebagai BUMD Pemprov Banten

Rabu, 21 Februari 2024 - 19:08 WIB

Perpres Publisher Rights: Antara Kesepakatan dan Kontroversi di Kalangan Insan Pers

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:57 WIB

Rapat Kerja Nasional SMSI: Mengangkat Peran Media Siber dalam Pembangunan Bangsa

Minggu, 18 Februari 2024 - 23:18 WIB

Komisioner KPU Bantah Keterkaitan Server Sirekap dengan Alibaba di Singapura

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:41 WIB

Presiden Jokowi: Seorang Presiden Boleh Memihak dan Berkampanye Selama Tidak Melanggar Aturan

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:17 WIB

Anies Baswedan Bertemu dengan Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta

Senin, 22 Januari 2024 - 09:35 WIB

Asosiasi Pengusaha Hiburan Minta Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Pajak

Jumat, 12 Januari 2024 - 08:33 WIB

Jusuf Kalla (JK) Ajak Masyarakat Pertimbangkan Dampak Pemimpin yang Suka Marah-marah

Berita Terbaru