TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sandal yang berlokasi di kawasan Batu Ceper, tepatnya di belakang Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, pada Minggu (21/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini mendadak viral di media sosial setelah video amatir yang merekam kepulan asap pekat membumbung tinggi ke langit malam beredar luas.

​Dalam video yang beredar, terlihat kobaran api berwarna merah menyala kontras dengan gelapnya malam, sementara petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang terus berjibaku di lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

​“Saat ini sedang memutus api yang berada di lokasi mengingat ada kemungkinan di belakang sana pemukiman warga,” ujar salah seorang petugas pemadam kebakaran dalam laporan langsungnya di video tersebut.

Tiga Area Hangus, Bahan Kimia Persulit Pemadaman

​Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia Suherlandia, mengonfirmasi bahwa dampak kebakaran mencakup area yang cukup luas di dalam kompleks pabrik.

​“Ada 3 lokal area (pabrik) terbakar yang di dalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, dan aneka cairan kimia penunjang produksi,” ungkap Andia kepada wartawan.

​Andia menambahkan bahwa karakteristik bahan-bahan yang berada di dalam pabrik tersebut sangat mudah terbakar, sehingga membutuhkan waktu penanganan yang jauh lebih lama dibandingkan kebakaran biasa.

Fokus Utama: Cegah Ledakan Besar

​Menghadapi situasi kritis ini, pihak BPBD dan Damkar Kota Tangerang mengambil langkah taktis cepat. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan lokalisir api demi mencegah bencana yang lebih besar.

  • Memutus Jalur Rambatan: Petugas bergerak cepat mengisolasi titik api agar tidak meluas ke area pemukiman padat penduduk di sekitar stasiun.
  • Pengamanan Zona Bahaya: Penyelamatan intensif dilakukan pada tangki penyimpanan bahan kimia cair.

​“Penanganan kita fokuskan memutus rambatan dan pengamanan tangki kimia kapasitas 20.000 liter dan puluhan drum agar tidak terjadi ledakan,” tandas Andia tegas.

​Sampai rilis ini diterbitkan, penyebab utama dari kebakaran hebat tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Pihak terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai ada tidaknya korban jiwa maupun total kerugian materiil yang ditimbulkan dari peristiwa ini.(ceng)