TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Insiden kecelakaan tunggal berskala besar kembali terjadi di jalur tengkorak Kabupaten Tangerang. Sebuah truk kontainer mengalami kecelakaan tunggal di Jl. Raya Otonom, kawasan Teureup, Pasar Kemis pada Kamis (4/6/2026) siang.

​Ironisnya, hingga petang ini bangkai kendaraan raksasa tersebut belum juga dievakuasi, memicu kemacetan parah yang mengular panjang di salah satu urat nadi aktivitas industri tersebut.

​Kronologi Singkat

​Kecelakaan terjadi di tengah teriknya cuaca siang hari. Truk kontainer berukuran besar tersebut diduga mengalami hilang kendali (out of control) saat melintasi jalur Raya Otonom Teureup. Kendaraan besar ini mendadak oleng hingga posisinya menutup sebagian besar badan jalan.

​Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tunggal ini, namun posisi truk yang melintang mengunci pergerakan kendaraan lain.

​Evakuasi Mandek, Jalur Otonom Lumpuh hingga Petang

​Warga dan pengguna jalan mulai mengeluhkan lambatnya proses penanganan. Hingga menjelang malam hari, truk pembawa peti kemas tersebut masih teronggok di lokasi kejadian.

​”Kejadiannya dari siang, tapi sampai petang ini kok belum dievakuasi juga. Ini jalur pulang kerja buruh pabrik, jadinya macet total gak bergerak. Motor aja sampai harus nyelip-nyelip ke pinggir selokan,” keluh salah seorang pekerja pabrik di kawasan Pasar Kemis.

​Dampak Kemacetan Horor

​Keterlambatan evakuasi ini berdampak luas pada arus lalu lintas di Kabupaten Tangerang:

  • Arah Terdampak: Jalur dari arah Cikupa menuju Pasar Kemis (dan sebaliknya) mengalami kelumpuhan total.
  • Imbas Ekonomi: Truk-truk logistik industri yang hendak keluar-masuk tol atau menuju kawasan pabrik tertahan berjam-jam.
  • Kondisi Lapangan: Klakson kendaraan saling bersahutan dari para pengendara yang terjebak di tengah jam pulang kantor.

​Imbauan Jalur Alternatif

​Mengingat proses evakuasi kontainer muatan berat membutuhkan alat khusus (rekayasa crane) yang memakan waktu, masyarakat yang hendak melintasi kawasan Teureup / Jl. Raya Otonom Pasar Kemis malam ini sangat disarankan untuk mencari jalur alternatif melalui rute perkampungan atau memutar via rute Cadas/Sukaasih jika memungkinkan.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas dinas terkait dan aparat kepolisian sedang berupaya mengurai kepadatan di titik-titik persimpangan sebelum lokasi kecelakaan.(ceng)