TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan baru-baru ini mendapatkan tugas yang tak terduga dan cukup unik usai menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang melaporkan adanya ular di rumahnya.
Dalam percakapan yang beredar, pelapor mengaku sedang berada di luar rumah dan meminta bantuan karena istrinya ketakutan akibat ada ular di dalam rumah mereka yang berada di daerah Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur. Tanpa menunggu lama, tiga petugas damkar pun langsung bergegas ke lokasi untuk mengevakuasi ular tersebut.
Namun, masalah mulai muncul saat petugas tiba di lokasi. Mereka kesulitan menemukan alamat rumah pelapor dan beberapa kali mencoba menghubungi nomor pelapor yang ternyata tidak diangkat. Pencarian informasi pun dilanjutkan dengan bertanya kepada Ketua RT setempat, yang kemudian mengungkap fakta mengejutkan: tidak ada warga dengan nama pelapor yang terdaftar di wilayah tersebut.
Ketegangan berubah menjadi kekecewaan ketika pelapor kembali menghubungi petugas dan secara mengejutkan meminta mereka untuk menagih utang kepada seseorang — sebuah permintaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan tugas penyelamatan ular.
Salah satu petugas damkar menyayangkan tindakan pelapor yang telah menyia-nyiakan tenaga, waktu, dan materi yang seharusnya digunakan untuk menangani keadaan darurat yang sesungguhnya. “Ini sangat merugikan dan tidak bertanggung jawab. Kami di sini siap siaga untuk membantu masyarakat, bukan untuk hal-hal seperti ini,” ujar petugas tersebut.
Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar menggunakan nomor layanan darurat dengan bijak dan sesuai fungsinya. Jangan sampai layanan penting ini disalahgunakan hanya untuk hal-hal yang tidak mendesak, karena bisa berakibat fatal bagi mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Ayo, gunakan layanan darurat dengan tepat! Jangan sampai bantuan yang seharusnya menyelamatkan nyawa terhambat karena laporan palsu yang tidak bertanggung jawab.(red)

Tinggalkan Balasan