TANGERANGNEWS.CO.IDTangerang | Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional bagi puluhan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kecamatan Kelapa Dua. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (10/12), ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat nasionalisme, serta membangun kesadaran bela negara sejak dini di tengah keberagaman masyarakat.

Camat Kelapa Dua, Dadang, menegaskan bahwa pelajar memegang peran strategis sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pembekalan mengenai wawasan kebangsaan menjadi krusial agar mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter cinta tanah air yang kuat.

“Intinya kita menggelar kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan bagi para pelajar se-Kecamatan Kelapa Dua ini tujuannya agar mereka, pertama, memiliki rasa cinta tanah air. Kemudian, memiliki wawasan kebangsaan yang luas sehingga mereka tahu tentang keberagaman dan kebinekaan,” ujar Dadang usai membuka acara.

Dadang menambahkan, pemahaman ini penting mengingat kondisi masyarakat di Kecamatan Kelapa Dua yang sangat majemuk, terdiri dari berbagai suku dan agama. “Bagaimana memberikan rasa semangat persatuan sangat penting. Harapannya, mereka menjadi garda terdepan untuk mengembangkan atau menularkan hal yang mereka dapat ini kepada sesama temannya di sekolah dan lingkungan,” lanjutnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari unsur Pengawas SMP/SMA, Ketua MKKS, Pembina OSIS, pengurus OSIS SMP dan SMA, anggota Paskibra, serta anggota Pramuka dari berbagai gugus depan sekolah di wilayah Kelapa Dua.

Para peserta mendapatkan pembekalan materi dari tiga narasumber kompeten, yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang yang membawakan materi Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Polsek Kelapa Dua dengan materi Ketahanan Nasional dan Peran Pelajar, serta Koramil 02 Curug yang memperdalam materi Ketahanan Nasional.

Melalui kegiatan ini, pihak kecamatan berharap para pelajar dapat menjadi pionir dan teladan di lingkungannya. “Mereka diharapkan menjadi pionir dalam rangka sebagai generasi ke depan yang tentunya diharapkan bisa menjadi teladan. Intinya, memiliki nasionalisme yang tinggi,” tegas Dadang.

Selain menanamkan empat konsensus kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), forum ini juga menjadi wadah untuk membangun jejaring komunikasi antar-organisasi pelajar seperti OSIS, Paskibra, dan Pramuka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar terhadap kedisiplinan, serta menjauhkan mereka dari bahaya narkoba, radikalisme, dan kenakalan remaja.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan komitmen bersama untuk menjadikan pelajar sebagai duta kebangsaan yang siap menjaga ketahanan wilayah di lingkungan masing-masing.(red)