TANGERANGNEWS.CO.ID, Kosambi | Sebuah pengalaman mengerikan dialami seorang warga saat melewati jalan gelap di Kampung Rawa Lumpang, Kosambi, awal Juni 2025. Korban yang ditemani keponakannya menjadi sasaran begal payudara oleh seorang pria misterius di tengah sepinya jalan yang dikenal sebagai “jalan pipa”.

“Saya memang sudah biasa lewat situ, biasanya aman sampai jam 10 malam. Tapi malam itu sekitar pukul 19.25 WIB, saya kena begal payudara, keponakan saya bahkan dipukul di kepala pelaku,” ungkap korban yang menuturkan kisahnya kepada Botang.

Meski sempat melawan dengan menendang motor pelaku, aksi korban hanya mengenai sedikit sehingga pelaku berhasil melarikan diri. Kejadian traumatis itu membuat korban menangis sepanjang perjalanan pulang.

Ketika membagikan kisahnya melalui story WhatsApp sebagai peringatan bagi warga, korban terkejut mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Banyak warga lain juga mengaku pernah mengalami pelecehan serupa, dengan waktu kejadian yang berbeda-beda.

“Bahkan di hari yang sama setelah maghrib ada yang kena juga. Setelah saya unggah, banyak yang speak up, dan kejadian masih berlangsung sampai malam setelah isya,” tambahnya.

Warga kemudian berinisiatif melapor ke aparat setempat, namun merasakan respons yang kurang memuaskan. Mereka diminta melapor ke polisi jika sudah mengetahui identitas pelaku, yang sulit diketahui karena pelaku selalu menutupi wajah dengan helm dan masker.

“Bagaimana kami bisa tahu pelakunya? Tidak ada bukti fisik juga, jadi sangat sulit untuk menindaklanjuti secara hukum,” keluh korban.

Selain itu, kondisi jalanan yang gelap menjadi pemicu utama rentannya kejadian ini. Korban bahkan pernah mencoba memasang lampu penerangan sendiri, namun lampu tersebut dicuri orang tak bertanggung jawab.

Kini, korban bersama warga lainnya berharap pemerintah dan aparat keamanan segera menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Mereka mendesak penambahan penerangan jalan dan peningkatan patroli keamanan agar tidak ada lagi korban selanjutnya dan warga dapat merasa aman melewati jalan tersebut.(ceng)