Enam Remaja Prancis Dihukum Terkait Kasus Pemenggalan Guru

Sabtu, 9 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi Sidang (ist)

Illustrasi Sidang (ist)

TANGERANGNEWS.CO.ID, Prancis | Pengadilan di Prancis telah menjatuhkan hukuman terhadap enam remaja yang terlibat dalam kasus pemenggalan kepala guru sejarah Samuel Paty pada tahun 2020. Dalam putusannya pada Jumat, pengadilan menyatakan lima dari enam terdakwa, yang berusia antara 14 hingga 15 tahun saat penyerangan, bersalah karena membantu penyerang mengidentifikasi guru tersebut.

Terdakwa keenam dinyatakan bersalah karena memberikan keterangan palsu tentang isi debat di kelas yang memicu kemarahan terhadap korban. Samuel Paty telah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada siswanya saat membahas kebebasan berekspresi. Penggambaran nabi dianggap sebagai penghujatan oleh umat Islam.

Baca Juga :  “Aneh” Website Resmi PPDB SMA Banten Tidak Transparan, Ini Daftar Menu yang Hilang

Paty tewas dibunuh dan kepala dipenggal di luar sekolah di pinggiran Paris pada 16 Oktober 2020 oleh seorang remaja Chechnya berusia 18 tahun bernama Abdoullakh Anzorov. Kelima siswa diduga mengintai Paty dan membimbingnya ke Anzorov dengan janji imbalan uang.

Para remaja tersebut menghadapi hukuman penjara hingga dua setengah tahun. Terdakwa keenam dihukum karena tuduhan palsu dan komentar fitnah setelah terungkap bahwa dia memberitahu orang tuanya bahwa Paty meminta siswa Muslim keluar dari kelas sebelum menayangkan kartun tersebut. Pengadilan menetapkan bahwa terdakwa keenam tidak berada di kelas pada hari itu.

Kasus ini menjadi sorotan dalam konteks ketegangan di masyarakat Prancis seputar isu ekstremisme, Islamofobia, dan kebebasan berekspresi. Keputusan pengadilan ini datang beberapa minggu setelah seorang guru ditikam hingga tewas di Prancis utara dalam serangan di sekolah yang dilakukan oleh seorang pemuda. Masyarakat Muslim dan migran di Prancis melaporkan diskriminasi dan rasisme yang meluas, sementara politisi, terutama dari sayap kanan, sering kali menggunakan retorika yang merendahkan terhadap Muslim dan Arab.

Sumber Berita : AL JAZEERA | REUTERS

Berita Terkait

OpenAI dan 19 Perusahaan Teknologi Lainnya Bersatu untuk Menjaga Keamanan Pemilu 2024
Menteri Palestina Desak Kesepakatan Secepatnya, Tekankan Solusi Dua Negara
Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur
Seru !! Dua Raksasa Spanyol Berhadapan Merebut Piala Supercopa de Espana di Stadion Al-Awwal Riyadh
Media Israel Ungkap Rincian Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Rakyat El Salvador Menggelar Unjuk Rasa Menjelang Final Miss Universe 2023, Ada Apa?
JMSI Jalin Kerjasama Antar Organisasi Wartawan China
DPR Desak RI Kirim Nota Protes, Lagu Halo-Halo Bandung Dijiplak Malaysia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Februari 2024 - 22:59 WIB

Menteri Palestina Desak Kesepakatan Secepatnya, Tekankan Solusi Dua Negara

Rabu, 14 Februari 2024 - 20:08 WIB

Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur

Minggu, 14 Januari 2024 - 11:55 WIB

Seru !! Dua Raksasa Spanyol Berhadapan Merebut Piala Supercopa de Espana di Stadion Al-Awwal Riyadh

Sabtu, 9 Desember 2023 - 07:58 WIB

Enam Remaja Prancis Dihukum Terkait Kasus Pemenggalan Guru

Kamis, 23 November 2023 - 07:51 WIB

Media Israel Ungkap Rincian Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Selasa, 21 November 2023 - 09:11 WIB

Rakyat El Salvador Menggelar Unjuk Rasa Menjelang Final Miss Universe 2023, Ada Apa?

Minggu, 15 Oktober 2023 - 08:46 WIB

JMSI Jalin Kerjasama Antar Organisasi Wartawan China

Jumat, 15 September 2023 - 22:38 WIB

DPR Desak RI Kirim Nota Protes, Lagu Halo-Halo Bandung Dijiplak Malaysia

Berita Terbaru