Tangerangnews.co.id, Jakarta | Diduga adanya jaringan oli tiruan atau palsu yang merambah ke 3 Kota, dari Tangerang, Jakarta dan Jawa Barat tanpa tersentuh pihak Aparat Penegak Hukum (APH), yang di kondisikan oleh seseorang bernama ALOY (samaran). Sabtu, 26/06/2026.

Ditengah krisis Industri minyak muncul isu praktik pengemasan oli tiruan berbagai merek ternama pada sebuah gudang di Kapuk Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, terindikasi menjadi tempat pengemasan oli dengan kemasan merek ternama menjadi sorotan publik dan mempertanyakan kinerja Aparat Penegak Hukum (APH).

Dengan adanya pemalsuan oli ini banyak merugikan masyarakat umum dan juga berpotensi merusak kendaraan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Maka dari itu, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, APH segera bertindak tegas untuk melakukan langkah penghetian usaha tersebut.

Saat awak media dilokasi, ditemukan drum-drum yang diduga oli bekas serta tumpukan karung yang berisikan wadah oli merek ternama yang sering digunakan oleh masyarakat luas.

Aloy, diduga pengurus peredaran oli palsu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp ia tidak menanggapinya, akan tetapi ada salah seorang oknum Wartawan berinisial HK mencoba menghubungi dan bertemu di suatu lokasi.

“Nanti ketemu saya aja bang,” singkat HK.

AKBP. Arfan, Kasat Reserse Jakarta Barat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp ia tidak menanggapinya.

Saat berita ini diterbitkan pihak-pihak terkait bersinergi dalam memberantas peredaran oli palsu atau tiruan yang menimbulkan dampak kerugian untuk masyarakat luas, redaksi berkomitmen menayangkan hak jawab dan klarifikasi dari terkait secara utuh dan tanpa perubahan, sesuai ketentuan undang-undang pers.