TANGERANGNEWS.CO.ID, Bekasi | Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan salah satu unit armadanya dalam insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Insiden yang sempat menghebohkan publik dan memicu gangguan jadwal perjalanan kereta tersebut kini tengah berada dalam penanganan serius pihak otoritas terkait.

Komitmen Transparansi dan Tanggung Jawab

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @id.greensm, manajemen Green SM menegaskan bahwa perusahaan menaruh perhatian penuh terhadap dampak dari kejadian ini. Pihak perusahaan mengonfirmasi telah menyerahkan seluruh informasi relevan yang dibutuhkan oleh tim penyidik di lapangan.

“Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi mendalam yang saat ini sedang dilakukan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan PT KAI untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut,” tulis pernyataan resmi perusahaan.

Keselamatan Sebagai Prioritas Utama

Sebagai pemain utama di industri transportasi ramah lingkungan, Green SM menekankan bahwa standar keselamatan penumpang dan operasional merupakan fondasi utama bisnis mereka. Perusahaan berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperketat sistem pengawasan.

Poin-poin penguatan yang dijanjikan meliputi:

  • Audit Standar Operasional: Meninjau kembali protokol pengemudi di area perlintasan sebidang.
  • Peningkatan Layanan: Memperkuat sistem pemantauan armada berbasis teknologi secara real-time.
  • Transparansi Publik: Memberikan update berkala kepada masyarakat mengenai hasil temuan investigasi yang telah terverifikasi.

Menunggu Hasil Investigasi

Manajemen Green SM Indonesia menyatakan bahwa langkah-langkah selanjutnya akan diambil segera setelah laporan resmi dari KNKT dan PT KAI diterbitkan. Bentuk tanggung jawab ini diambil untuk memastikan kepercayaan publik terhadap layanan taksi listrik tetap terjaga di tengah upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan berkelanjutan.

Hingga saat ini, proses investigasi di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti apakah insiden dipicu oleh faktor manusia, teknis, atau infrastruktur perlintasan.(ceng)