TANGERANGNEWS.CO.IDKudus | Aksi tak biasa datang dari seorang siswa SMK di Kudus, Jawa Tengah. Muhammad Rafif Arsya Maulidi mendadak viral setelah menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam suratnya, Rafif secara tegas menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya. Ia justru meminta agar anggaran tersebut—yang diperkirakan mencapai Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun—dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

“Guru Lebih Berjasa”

Rafif menyampaikan pandangan yang menyentuh sekaligus menggugah. Menurutnya, peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda jauh lebih besar dibanding bantuan makan gratis.

“Guru adalah pilar utama pendidikan. Mereka lebih layak mendapatkan perhatian,” tulisnya dalam surat yang kini ramai dibagikan di media sosial.

Viral di Media Sosial

Surat tersebut pertama kali diunggah melalui Instagram dan langsung menyita perhatian publik. Ribuan komentar bermunculan—banyak yang memuji keberanian dan kepedulian Rafif terhadap nasib para guru.

Tak sedikit warganet yang menyebut aksinya sebagai tamparan halus bagi kebijakan publik, sekaligus pengingat akan pentingnya kesejahteraan tenaga pendidik.

Soroti Nasib Guru

Dalam narasinya, Rafif menyinggung kondisi sebagian guru yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi, meski memegang peran krusial dalam pendidikan.

Ia menilai, alokasi anggaran negara seharusnya juga mempertimbangkan keseimbangan antara program bantuan langsung dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui guru.

Pro dan Kontra Bermunculan

Aksi ini memicu perdebatan di ruang publik. Sebagian mendukung penuh gagasan Rafif, namun ada juga yang menilai Program Makan Bergizi Gratis tetap penting untuk menunjang kesehatan dan konsentrasi siswa.

Suara Kecil yang Menggema

Terlepas dari pro dan kontra, langkah Rafif membuktikan bahwa suara seorang pelajar bisa menggema hingga tingkat nasional.

Kini publik bertanya: akankah suara ini didengar, atau hanya menjadi viral sesaat di tengah hiruk pikuk kebijakan?