TANGERANGNEWS.CO.IDTangerang | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan panas. Kali ini, dugaan keracunan massal mencuat setelah hampir 100 siswa dari berbagai jenjang pendidikan dilaporkan mengalami gejala serius usai mengonsumsi makanan program tersebut.

Kasus ini diungkap oleh Anggota DPR RI, Wahidin Halim, yang menyebut peristiwa terjadi pada Rabu (8/4/2026).

Gejala Muncul Tengah Malam

Menurut Wahidin Halim, para siswa mengalami keluhan seperti:

  • Sakit perut hebat
  • Diare
  • Muntah-muntah

Gejala tersebut muncul hampir bersamaan pada malam hari setelah makanan dikonsumsi.

“Kurang lebih seratus orang terserang, perut melilit, muntah-muntah. Ini berbahaya,” tegasnya.

Korban dari Berbagai Sekolah

Korban berasal dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari:

  • SMA dan SMK
  • Taman Kanak-kanak
  • Hingga santri dari Yayasan Tahfidzul Qur’an milik WH

Diduga dari Menu Telur Mayones

WH menduga penyebab keracunan berasal dari menu makanan berupa telur dengan tambahan mayones yang dibagikan pada hari kejadian.

Makanan tersebut diketahui diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Banten Hebat.

Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran

Tak hanya soal kesehatan, WH juga menyoroti dugaan masalah dalam pengelolaan program MBG.

Ia menilai nilai makanan yang diterima siswa diduga tidak sebanding dengan anggaran yang seharusnya.

“Konsepnya bagus, tapi pelaksanaannya sarat potensi penyimpangan. Nilainya tidak sampai Rp7.000 per anak,” ujarnya.

Publik Minta Investigasi Menyeluruh

Kasus ini langsung memicu kekhawatiran publik. Program yang seharusnya meningkatkan gizi anak justru diduga menimbulkan risiko kesehatan.

Masyarakat mendesak:

  • Investigasi menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan
  • Uji laboratorium terhadap sampel makanan
  • Transparansi penggunaan anggaran

Jika terbukti, kasus ini bukan hanya soal kelalaian—tetapi bisa menjadi alarm serius bagi program nasional yang menyangkut keselamatan generasi muda.(ceng)