TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Destinasi wisata Pantai Tanjung Kait, Mauk, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan negatif di media sosial. Alih-alih menawarkan pemandangan laut yang indah, salah satu ikon wisata pesisir Tangerang ini justru menyuguhkan hamparan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang berserakan di sepanjang bibir pantai, Rabu (25/2/2026).

Kekecewaan Pengunjung: “Bayar Masuk, Tapi Lihat Sampah”

Kondisi ini memicu protes dari para pengunjung yang merasa dirugikan. Salah satu netizen dengan akun @rsydzan_ menceritakan pengalamannya yang tidak menyenangkan. Ia mengaku dimintai biaya masuk sebesar Rp10.000 saat hendak memasuki kawasan wisata tersebut.

Namun, alih-alih melanjutkan liburannya, ia memilih untuk balik kanan.

“Kondisinya sangat tidak terawat. Tumpukan sampah di mana-mana dan bau tidak sedap. Kecewa saja kalau sudah ditarik biaya tapi kenyamanannya nol,” ungkapnya.

Pemandangan Kumuh dan Bau Menyengat

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa titik-titik estetis pantai kini tertutup oleh:

  • Sampah Plastik: Botol minum, kemasan makanan, hingga styrofoam.
  • Limbah Rumah Tangga: Sisa-sisa material yang terbawa arus laut.
  • Aroma Tidak Sedap: Pembusukan sampah organik yang terpapar panas matahari, membuat pengunjung enggan berlama-lama.

Warga dan wisatawan mendesak pemerintah setempat serta pengelola kawasan untuk segera bertindak. Mereka mempertanyakan ke mana alokasi dana dari pungutan masuk jika kebersihan dasar saja tidak terjaga.(ceng)