TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Memasuki bulan suci Ramadan, Polresta Tangerang resmi menetapkan status siaga terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Tak main-main, sebanyak 18 titik rawan tawuran/perang sarung dan 11 titik rawan balap liar telah masuk dalam daftar pantauan ketat kepolisian.

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa bayang-bayang aksi kriminalitas jalanan yang kerap meningkat saat bulan puasa.

Penyisiran dari Ngabuburit hingga Sahur

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa personelnya akan dikerahkan secara masif, baik melalui patroli mobile maupun stasioner. Fokus pengamanan akan diperketat pada jam-jam krusial, yakni saat waktu ngabuburit hingga menjelang sahur.

“Kami tidak memberikan ruang bagi gangguan kamtibmas. Patroli akan ditingkatkan, termasuk razia kendaraan dan pemantauan media sosial. Kami tahu mereka sering ‘janjian’ tawuran lewat medsos, dan kami akan ada di sana sebelum itu terjadi,” tegas Kombes Pol Andi Muhammad Indra, Sabtu (21/2).

Daftar Wilayah Pantauan “Radar” Polisi

Berdasarkan hasil pemetaan, titik-titik rawan tersebut tersebar di wilayah hukum Polresta Tangerang, meliputi:

  • Cisoka, Pasar Kemis, dan Cikupa
  • Balaraja, Tigaraksa, Panongan, dan Mauk

Selain mengantisipasi gesekan fisik, polisi juga telah memetakan 25 titik rawan kemacetan dan 9 pusat keramaian saat jam berbuka puasa, seperti di kawasan Citra Raya, Puspemkab Tangerang, dan Talaga Bestari. Personel lalu lintas akan disiagakan penuh untuk mengurai simpul kepadatan dan mencegah tindak kriminalitas di tengah kerumunan.

Zero Tolerance: Ramadan Aman atau Ditindak Tegas

Polresta Tangerang mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi perang sarung maupun balap liar yang membahayakan nyawa.

“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba mengganggu kesucian bulan Ramadan dengan aksi-aksi yang meresahkan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” tutup Kapolresta.(ceng)