TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Sebuah fakta mengerikan yang mengoyak rasa kemanusiaan terkuak dalam persidangan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maut di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (18/2/2026). Terdakwa Erdi Yusuf (27) secara mengejutkan mengakui telah menganiaya istrinya sendiri, Inggar (28), dengan cara yang sangat brutal hingga korban meregang nyawa.
Tragedi berdarah ini bermula dari persoalan sepele di rumah kontrakan mereka di Desa Ciakar, Panongan, pada Agustus 2025 lalu. Hanya karena korban menunda menggelar kasur demi menunaikan ibadah salat Isya, terdakwa tersulut emosi yang berujung pada tindakan keji.
Kronologi yang Menggetarkan Persidangan
Dalam kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Fathul Mujib, Erdi menceritakan detik-detik saat dirinya kehilangan akal sehat. Setelah sempat melempar tutup botol, emosi terdakwa memuncak saat korban berusaha keluar rumah untuk mencari perlindungan di tempat temannya.
“Saya dorong ke tembok, kemudian dia jatuh, terus saya injak kepalanya,” aku Erdi dengan nada datar di ruang sidang.
Yang lebih memilukan, pengakuan tersebut dipertegas saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Monica Resinta, mencecar terdakwa. Erdi mengakui telah menginjak kepala istrinya sebanyak dua hingga tiga kali menggunakan kekuatan penuh. Akibatnya, korban mengalami pendarahan hebat dari hidung dan mulut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah tiga hari berjuang di masa kritis.
Melarikan Diri Saat Istri Bersimbah Darah
Bukannya menolong, terdakwa justru memilih melarikan diri ke wilayah Bekasi karena mengaku panik melihat kondisi istrinya yang sudah tak berdaya. Pelarian tersebut berakhir setelah pihak kepolisian berhasil meringkusnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam netizen dan aktivis kemanusiaan. Publik mendesak penegakan hukum yang seadil-adilnya atas tindakan tidak manusiawi tersebut. Persidangan akan terus dilanjutkan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya guna memperkuat jeratan hukum bagi terdakwa.(ceng)

Tinggalkan Balasan