TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Kawasan Palem Semi, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang mendadak mencekam pada Senin (23/2) sore. Seorang advokat bernama Bastian Sori menjadi korban aksi brutal sekelompok penagih utang (debt collector) atau yang akrab disapa “Mata Elang”. Bastian terkapar dengan luka tusuk di bagian perut setelah mencoba mempertahankan kendaraan miliknya dari upaya penarikan paksa yang diduga ilegal.
Kronologi Kejadian: Dari Adu Mulut Hingga Penikaman
Peristiwa bermula saat sekelompok pria mendatangi kediaman korban dengan dalih menagih tunggakan dan hendak menyita mobil korban secara sepihak. Sebagai praktisi hukum, Bastian Sori menolak menyerahkan kendaraannya karena menilai prosedur penarikan tersebut melanggar ketentuan hukum yang berlaku (Putusan MK terkait eksekusi jaminan fidusia).
Penolakan tersebut menyulut emosi para pelaku. Cekcok mulut tak terhindarkan hingga salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menghujamkannya ke arah perut korban. Aksi barbar ini sempat terekam oleh kamera warga dan kini tengah viral di berbagai platform media sosial, memicu kemarahan netizen.
“Kami tidak akan membiarkan aksi premanisme berkedok penagihan utang tumbuh subur di wilayah hukum kami. Siapa pun pelakunya akan kami kejar hingga tuntas,” tegas Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo.
Fakta-Fakta Kunci Penyerangan:
- Target: Seorang Advokat yang memahami prosedur hukum penarikan kendaraan.
- Modus: Upaya penarikan paksa di kediaman pribadi korban.
- Tindakan Kriminal: Penusukan di bagian perut menggunakan senjata tajam.
- Kondisi Korban: Sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
- Status Hukum: Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman video.
Peringatan Keras Pihak Kepolisian
AKBP Boy Jumalolo memastikan bahwa pihak Polres Tangsel sedang melakukan pengejaran intensif terhadap komplotan tersebut. Beliau mengimbau agar perusahaan pembiayaan (leasing) menggunakan jalur hukum yang sah dan tidak menggunakan jasa pihak ketiga yang menggunakan cara-cara kekerasan.(ceng)

Tinggalkan Balasan