TANGERANGNEWS.CO.ID,  Tangerang | Isak tangis seorang ibu berinisial H tak terbendung saat menceritakan petaka yang menimpa tiga buah hatinya di sebuah kontrakan di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Tiga anak kandungnya, yakni A (11), I (5), dan M (3), diduga kuat menjadi korban pencabulan berantai yang dilakukan oleh seorang remaja berinisial EZ, yang tak lain adalah tetangga sekaligus kerabat mereka sendiri.

Terungkap Lewat Kecurigaan Pihak Sekolah
Kasus yang menyayat hati ini baru terbongkar pada awal Februari 2026. H mengaku awalnya sama sekali tidak menaruh curiga meski anak-anaknya sering mengeluh sakit di bagian anus.

“Saya mengira itu gangguan pencernaan atau sembelit biasa. Tapi keluhan itu terus berulang berhari-hari,” ungkap H dengan suara bergetar.

Misteri ini akhirnya terkuak setelah pihak sekolah menemukan kejanggalan pada salah satu siswa di lingkungan yang sama, yang datang ke sekolah dengan leher kemerahan. Guru yang curiga kemudian menggali keterangan dari para siswa di ruangan tertutup. Di sanalah, pengakuan mengerikan itu keluar: anak-anak tersebut mengaku dipaksa melakukan tindakan tak pantas oleh pelaku. 

Modus Minuman Misterius
Berdasarkan pengakuan para korban kecil ini, sebelum melancarkan aksinya, pelaku diduga memberikan minuman yang telah dicampur dengan sesuatu hingga membuat korban tak berdaya. Selain tiga anak H, satu anak tetangga lainnya juga dilaporkan menjadi korban keganasan remaja EZ.

Mencari Keadilan di Tengah Trauma
Tak tinggal diam, H telah resmi melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dengan nomor laporan: LP/B/410/8/2026/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya. H kini hanya bisa memohon agar aparat kepolisian bergerak cepat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi anak-anaknya yang kini menanggung trauma mendalam.

Respons Kepolisian
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha, menyatakan bahwa kasus ini sudah masuk dalam tahap penanganan serius.

“Kasus pencabulan ini masih dalam penyelidikan intensif oleh Unit PPA Polres Tangerang Selatan. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan tambahan,” tegas AKP Wira, Kamis (19/2/2026).

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada Polda Metro Jaya dan Unit PPA Tangsel untuk segera mengamankan pelaku demi mencegah jatuhnya korban baru di lingkungan tersebut.(ceng)