Apes !! Diduga Sang Penagih Hutang Salah Tarik Motor Jurnalis

Kamis, 26 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penagih hutang

Ilustrasi penagih hutang

Tangerang – Tak ada kata jera untuk para pengusaha untuk menggunakan jasa penagih hutang berbagai cara akan dilakukan untuk memenuhi target, jelas – jelas sudah tidak diperbolehkan oleh perundang-undangan.

Seorang warga, Sangki Wahyudin, bersitegang saat motornya akan ditarik oleh penagih hutang di Jalan Raya Pemda, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis 26 Oktober 2023. Dilansir dari media Suarabantennews.com.

Padahal, cicilan motor miliknya itu sudah lunas, Sangki mengatakan, pelaku yang mengaku penagih hutang, sewa guna usaha FIF itu tiba-tiba memepet motor yang sedang dikendarainya dengan alasan menunggak cicilan.

“Alasannya belum bayar, padahal sudah lunas lama,”ucapny.

Ia mengungkapkan, kejadian berawal saat dirinya hendak pergi menuju Kota Tangerang, setibanya di depan kantor Kecamatan Cikupa ada dua orang pengih hutang yang memepetnya, lalu memintanya untuk berhenti.

“Saya mau ke Tangerang, lalu disuruh berhenti sama dia orang yang mengaku penagih hutang dari FIF,”ungkapnya.

Baca Juga :  Tiga Pengedar Narkoba Terancam 20 Tahun Penjara

Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera menertibkan keberadaan para penagih hutang tersebut untuk mengantisipasi adanya persoalan bentrokan atau keributan di jalan akibat persoalan kendaraan bermotor.

“Saya hanya meminta kepada pihak kepolisian agar ditertibkan jangan biarkan mereka mengambil kendaraan di jalan,”tutupnya.

Menurut Pasal 191 Peraturan BI (PBI) Nomor 23/6/PBI Tahun 2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), dalam melakukan penagihan wajib mematuhi pokok etika penagihan utang termasuk menjamin bahwa penagihan utang, baik yang dilakukan oleh PJP sendiri atau menggunakan penyedia jasa penagihan (debt collector), dilakukan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  KSK Pagedangan Doa Bersama Rayakan Anniversary Yang ke-12

Sementara dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, disebutkan bahwa penagih utang (debt collector) dilarang melakukan beberapa hal. Dilarang mengancam, melakukan tindakan kekerasan yang bersifat mempermalukan, serta memberikan tekanan baik secara fisik maupun verbal.

Penulis : Red

Editor : Redaksi

Berita Terkait

FWJI DPW Banten Desak APH Dan BPOM Lakukan Sidak Toko Obat Golongan G
Temuan Mayat Misterius Di Danau Gawir Mengejutkan Warga Legok
Insiden Tragis di Penghujung Ramadan: Pedagang Tewas Ditusuk di Tangerang
Mafia Galian C Diduga Memberikan Suap Kepada Oknum Paminal Polda Jabar
Diduga Oknum Kanit Reskrim Polsek Pagedangan Bersekongkol Dengan Penjual Obat Golongan G
Limbah Ban Bekas di Sulap Menjadi BBM, Diduga Tidak Tersentuh APH
Tim Kejaksaan Agung dan Kejati Banten Berhasil Tangkap Terpidana Korupsi Proyek Jalan Cilegon
Warga Cisoka Geruduk Toko Miras di Bulan Ramadhan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 13:11 WIB

FWJI DPW Banten Desak APH Dan BPOM Lakukan Sidak Toko Obat Golongan G

Senin, 15 April 2024 - 18:08 WIB

Temuan Mayat Misterius Di Danau Gawir Mengejutkan Warga Legok

Senin, 1 April 2024 - 16:34 WIB

Insiden Tragis di Penghujung Ramadan: Pedagang Tewas Ditusuk di Tangerang

Senin, 1 April 2024 - 01:17 WIB

Mafia Galian C Diduga Memberikan Suap Kepada Oknum Paminal Polda Jabar

Minggu, 31 Maret 2024 - 10:53 WIB

Diduga Oknum Kanit Reskrim Polsek Pagedangan Bersekongkol Dengan Penjual Obat Golongan G

Rabu, 27 Maret 2024 - 21:30 WIB

Limbah Ban Bekas di Sulap Menjadi BBM, Diduga Tidak Tersentuh APH

Rabu, 27 Maret 2024 - 21:24 WIB

Tim Kejaksaan Agung dan Kejati Banten Berhasil Tangkap Terpidana Korupsi Proyek Jalan Cilegon

Selasa, 26 Maret 2024 - 04:01 WIB

Warga Cisoka Geruduk Toko Miras di Bulan Ramadhan

Berita Terbaru