TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang mendadak lumpuh dan “dikepung” oleh ribuan massa pada Senin (29/6). Sekitar 1.500 massa yang didominasi oleh kaum emak-emak, relawan, pekerja, hingga supplier yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati Tangerang.
Aksi ini dipicu oleh kebijakan penghentian sementara (diliburkan) operasional 305 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Tangerang selama masa libur sekolah, terhitung sejak 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut dinilai berdampak langsung pada roda ekonomi para pekerja dapur dan supplier lokal yang menggantungkan hidupnya pada program nasional ini.
Jeritan Pekerja Dapur: “Jangan Sampai Ditutup!”
Dengan membawa spanduk aspirasi, massa mendesak pemerintah agar program MBG tetap berjalan lancar tanpa harus mati suri meski koridor sekolah sedang memasuki masa liburan.
“Kami meminta bahwa program ini terus dilanjutkan dan jangan sampai tertunda, bahkan ditutup, gitu loh,” tegas koordinator aksi, Khotib Yani, di sela-sela aksi unjuk rasa.
Khotib menjelaskan bahwa penghentian operasional ini memukul langsung nasib sekitar 1.500 relawan dan pekerja SPPG di Kabupaten Tangerang. Padahal, para pekerja berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Tentunya kita akan melaksanakan SOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku terkait dengan menunya, gizinya, akan kita tingkatkan tentunya. Kami juga memohon pemerintah daerah ikut mengawasi kami sebagai mitra agar SPPG-SPPG ini menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Khotib.
Tuntutan Massa Aksi SPPG Tangerang:
- Tinjau Ulang Kebijakan Libur: Meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Daerah meninjau ulang penghentian operasional dapur selama masa libur sekolah.
- Keberlanjutan Kesejahteraan: Memastikan nasib ekonomi para pekerja dapur, relawan, dan supplier lokal tidak terputus.
- Pengawasan Ketat: Meminta Pemkab Tangerang aktif melakukan pengawasan demi peningkatan mutu gizi dan transparansi program MBG.
Respon Cepat Bupati Tangerang
Menanggapi gelombang protes yang memadati kantornya, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, langsung turun menemui massa. Ia menyambut baik aspirasi tersebut dan berjanji akan segera meneruskan tuntutan para pekerja SPPG ke level pusat.
“Poin-poin tuntutan dari bapak dan ibu sekalian akan segera kami teruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Maesyal Rasyid di hadapan massa aksi.
Maesyal juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar ke depannya dapat berjalan lebih reguler, adil, dan berdampak positif baik bagi penerima manfaat maupun para pekerjanya.
Aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan kondusif, namun massa berjanji akan terus mengawal kebijakan ini hingga ada keputusan resmi terkait nasib operasional dapur pemenuhan gizi di Kabupaten Tangerang.(ceng)

Tinggalkan Balasan