TANGERANGNEWS.CO.IDSerpong | Pemadaman listrik mendadak di wilayah UP Serpong memicu kekecewaan luas di kalangan masyarakat, khususnya pelaku industri rumahan yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, aktivitas usaha terganggu hingga menyebabkan penurunan omzet secara signifikan.

Usaha Lumpuh, Kerugian Tak Terhindarkan

Sejumlah pelaku usaha mengaku tidak bisa beroperasi saat listrik padam. Produksi terhenti, pesanan tertunda, hingga potensi kerugian finansial tak bisa dihindari.

“Semua aktivitas kami pakai listrik. Begitu mati, langsung berhenti total,” ungkap salah satu pelaku usaha.

Keluhan Tak Digubris

Kekecewaan semakin memuncak saat upaya konfirmasi kepada pihak PLN melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons.

Warga merasa diabaikan, padahal dampak yang ditimbulkan cukup besar terhadap ekonomi masyarakat.

Sindiran Pedas untuk PLN

Situasi ini memicu sindiran tajam dari pelanggan. Mereka membandingkan respons cepat PLN saat penagihan dengan lambannya penanganan saat gangguan terjadi.

“Kalau telat bayar sebulan saja, petugas cepat datang mau segel. Tapi kalau listrik mati tanpa pemberitahuan, kami yang harus menanggung kerugian,” keluh warga.

Tuntutan Transparansi dan Respons Cepat

Masyarakat mendesak PLN untuk:

  • Memberikan pemberitahuan sebelum pemadaman
  • Menyampaikan penyebab gangguan secara transparan
  • Merespons keluhan pelanggan dengan cepat

Harapan Masyarakat

Warga berharap kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat listrik merupakan kebutuhan vital, terutama bagi sektor usaha kecil dan menengah.

Pemadaman tanpa informasi bukan sekadar gangguan teknis—tetapi juga berdampak langsung pada dapur ekonomi masyarakat. Kini publik menunggu langkah nyata dari PLN.(ceng)