TANGERANGNEWS.CO.ID, Makassar | Era baru keterlibatan perguruan tinggi dalam kebijakan publik resmi dimulai. Universitas Hasanuddin (Unhas) mencetak sejarah dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah nyata dukungan akademisi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kampus kini tidak boleh lagi hanya menjadi pengamat di menara gading. Melalui SPPG ini, mahasiswa dan dosen didorong untuk berkontribusi langsung melalui riset, inovasi, dan praktik nyata di tengah masyarakat.
Lebih dari Sekadar Dapur Umum
Fasilitas SPPG di Unhas dirancang dengan konsep mutakhir yang mengintegrasikan kebijakan negara dengan dunia pendidikan:
- Teaching Factory: Menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk memahami manajemen gizi dalam skala besar.
- Pusat Riset & Inovasi: Tempat pengembangan formula makanan bergizi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
- Implementasi Kebijakan: Menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi gizi tepat sasaran dan tepat nutrisi.
Unhas Jadi Model Nasional
Kehadiran SPPG di Universitas Hasanuddin diharapkan tidak hanya berhenti di Makassar, tetapi menjadi role model atau percontohan bagi perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia. Sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan publik ini menjadi kunci agar program Makan Bergizi Gratis memiliki standar kualitas akademis yang tinggi.
“Kampus harus menjadi bagian dari solusi. Fasilitas ini membuktikan bahwa riset di laboratorium bisa langsung dirasakan manfaatnya di atas meja makan rakyat,” ujar Brian Yuliarto.
Dengan integrasi ini, program MBG diharapkan tidak hanya sekadar “perut kenyang”, tetapi menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung demi meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.(ceng)

Tinggalkan Balasan