TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Sebuah peristiwa memilukan mengguncang ketenangan warga Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka (Bonang), Kabupaten Tangerang, tepat di hari Jumat (27/3) siang. Sosok jenazah bayi ditemukan tak bernyawa di tengah area kebun singkong, memicu duka mendalam sekaligus kemarahan publik.

Kronologi Penemuan di Lokasi Pendidikan

Jasad bayi malang tersebut ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, persis di samping Pondok Tahfidz Wadil Quran Khodijah (PTWQ) dan berseberangan dengan Sekolah Al-Fityan. Lokasi yang biasanya ramai dengan aktivitas pendidikan ini seketika berubah mencekam.

Penemuan pertama kali dilaporkan oleh seorang petugas kebun yang sedang membersihkan area tersebut. Saat hendak membabat rumput dan tanaman liar, saksi justru dikejutkan dengan pemandangan tragis di sela-sela pohon singkong.

Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian

Kabar penemuan ini menyebar cepat saat warga pria bersiap melaksanakan ibadah salat Jumat. Suasana yang tadinya sepi mendadak riuh oleh kedatangan warga dan petugas keamanan.

“Abang lagi berangkat salat Jumat, terus dikasih tahu ada penemuan mayat. Pas sampai TKP bener sudah ada warga dan polisi, tapi masih sepi. Ada petugas kebon lagi bersihin kebon yang nemuin itu pertama kali,” ujar seorang saksi warga, @kartikakusnendar, menggambarkan situasi genting di lokasi.

Respons Cepat Kepolisian

Tak lama setelah laporan masuk, aparat kepolisian dari Polsek setempat langsung tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas segera memasang garis polisi dan melakukan identifikasi awal terhadap jenazah bayi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah dievakuasi untuk keperluan autopsi. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap:

  1. Identitas orang tua bayi.
  2. Penyebab pasti kematian (apakah dibuang dalam keadaan hidup atau sudah meninggal).
  3. Motif di balik tindakan keji yang membuang jasad di area yang dekat dengan institusi keagamaan dan pendidikan tersebut.

Duka Publik dan Seruan Kemanusiaan

Penemuan ini memicu reaksi keras di media sosial. Banyak warga yang menyayangkan tindakan pelaku yang dinilai tidak berperikemanusiaan, terlebih dilakukan di lingkungan yang religius.(ceng)