TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran mengguncang pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang hari ini. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Independen Antikorupsi (BIAK) turun ke jalan melakukan aksi maraton di tiga lokasi strategis guna membongkar dugaan skandal korupsi yang mengakar di tubuh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD).
1. Orasi di DPMPD: “Yayat Rohiman Harus Tanggung Jawab!”
Aksi dimulai dengan tensi tinggi di depan kantor DPMPD Kabupaten Tangerang. Ketua BIAK, Abdul Rafid, dan Wakil Ketua, Budiman, secara tegas menuntut Kepala Dinas, Yayat Rohiman, untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara yang dinilai penuh kejanggalan.
Dalam orasinya, aktivis yang akrab disapa Opick membongkar dua isu krusial:
- Skandal Pencairan Ganda ADD:ย Dugaan manipulasi anggaran yang merugikan daerah.
- Misteri Mobil Siaga Desa:ย Proyek pengadaan yang hingga kini tidak kunjung terealisasi, padahal anggaran diduga sudah mengalir.
“Yayat Rohiman harus bertanggung jawab dan sudah sangat layak untuk dicopot dari jabatannya!” seru Opick di tengah massa aksi, Rabu (11/3/2026).
2. Desakan di Kantor Bupati: “Kadis Gagal Mengemban Amanah”
Massa kemudian bergeser ke Kantor Bupati Tangerang. Di sana, Budiman mendesak Pj Bupati untuk segera mengambil tindakan tegas dengan memecat Kepala DPMPD. BIAK menilai kepemimpinan Yayat Rohiman telah gagal total dalam menjaga integritas dinas yang mengurusi desa tersebut.
3. Ultimatum di Kejari: “Jangan Sampai Publik Menilai Jaksa Bagian dari Koruptor!”
Lokasi ketiga menjadi puncak ketegangan. Di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang, BIAK melontarkan kritik pedas terhadap kinerja korps adhyaksa yang dinilai lamban dan “melempem” dalam menangani laporan dugaan korupsi.
Budiman, SH memberikan peringatan keras kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang yang baru saja dilantik:
“Pihak Kejaksaan selama ini terkesan lamban. Jangan sampai publik menilai Kejaksaan adalah bagian dari mereka yang korupsi. Kami minta Kajari yang baru usut tuntas kasus ADD dan Mobil Siaga Desa!” tegas Budiman.
Poin Tuntutan Utama LSM BIAK:
- Copot Kepala DPMPD Yayat Rohimanย karena dinilai gagal dan tidak transparan.
- Audit Totalย pencairan ganda ADD di seluruh desa Kabupaten Tangerang.
- Usut Tuntasย hilangnya realisasi Mobil Siaga Desa yang sangat dibutuhkan warga.
- Desak Kejariย untuk bekerja profesional dan tidak menunda-nunda laporan kasus korupsi.
Aksi ini ditutup dengan janji massa BIAK bahwa mereka akan kembali dengan gelombang yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi dalam waktu dekat.(ceng)

Tinggalkan Balasan