TANGERANGNEWS.CO.ID,  Pandeglang | Sebuah insiden maut kembali mewarnai kawasan wisata alam di Banten. Seorang wisatawan bernama Fery (34), warga Pamarayan, Kabupaten Serang, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan wisata Curug Goong, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (25/3) sore.

Respons Cepat Basarnas Banten

Mendapat laporan darurat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten melalui Unit Siaga SAR Pandeglang langsung menerjunkan tim rescue ke lokasi kejadian. Dengan membawa peralatan SAR air lengkap dan kendaraan operasional, tim bergerak cepat untuk memulai misi penyelamatan di titik koordinat 6°18’52.10″ LS dan 106°00’22.39″ BT.

Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengonfirmasi bahwa setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi ketat dengan unsur BPBD, TNI, Polri, dan relawan Balawista yang sudah bersiaga.

Pencarian 40 Menit di Dasar Curug

Meski kondisi cuaca dilaporkan berawan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di sekitar titik awal korban dilaporkan hilang. Setelah upaya pencarian selama kurang lebih 40 menit, tim akhirnya menemukan titik terang.

“Pada pukul 17.10 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban berada sekitar tiga meter dari lokasi awal kejadian,” jelas Rizky Dwianto.

Proses evakuasi segera dilakukan, dan jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Mandalawangi untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Pamarayan.

Sinergi Lintas Sektor

Keberhasilan penemuan korban dalam waktu singkat ini merupakan hasil kerja keras berbagai unsur yang terlibat, di antaranya:

  • Unit Siaga SAR Pandeglang & Basarnas Banten
  • BPBD Kabupaten Pandeglang
  • Polsek & Koramil Mandalawangi
  • Unit Intelijen & Pam Obvit
  • Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta)

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Alarm Kewaspadaan Wisata Alam

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi para pelancong dan pengelola wisata. Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di objek wisata alam yang memiliki arus atau kedalaman yang tidak terduga.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami meminta wisatawan untuk tidak meremehkan potensi bahaya di area perairan,” pungkas Rizky.(ceng)