TANGERANGNEWS.CO.ID, Kresek | Suasana haru menyelimuti Desa Talok, Kecamatan Kresek, saat Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengunjungi kediaman Ibu Sati (63), Rabu (14/1). Ibu Sati, seorang janda yang hidup sederhana, harus kehilangan tempat tinggalnya setelah rumahnya rata dengan tanah akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda beberapa hari lalu.
Melihat kondisi rumah yang luluh lantah, Bupati Maesyal Rasyid yang hadir bersama anggota DPRD, Camat Kresek, dan Kepala Desa Talok, langsung menginstruksikan langkah cepat. Bukan sekadar perbaikan ringan, Bupati memastikan rumah Ibu Sati akan dibangun ulang secara total agar menjadi hunian yang sehat dan layak.
“Hari ini kami hadir bersama-sama, ada Dewan, Pak Camat, dan Pak Lurah untuk bergotong-royong. Kita bangun kembali rumah Ibu Sati supaya beliau tidak kehujanan lagi dan bisa tidur dengan nyaman,” ujar Bupati Maesyal Rasyid di lokasi reruntuhan.
Bukan Sekadar Dinding, Tapi Hunian Sehat
Bupati menekankan bahwa pembangunan ulang ini tidak hanya fokus pada berdirinya bangunan, tetapi juga pada aspek kesehatan lingkungan. Rencana pembangunan mencakup penataan ventilasi udara yang baik serta penyediaan fasilitas sanitas (kamar mandi) yang layak.
“Nanti rumahnya ditata supaya lebih sehat, ada ventilasi, ada kamar mandi, dan kamar tidur yang bersih. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi Bu Sati dan menjadi contoh gotong royong bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Momen mengharukan terjadi saat Ibu Sati, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut.
“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang yang sudah peduli dan mau membantu membangun kembali rumah saya yang roboh. Saya sangat terharu,” ungkap Ibu Sati.
Instruksi Siaga Bencana: “Aktifkan Kerja Bakti!”
Di tengah cuaca ekstrem yang melanda, Bupati Maesyal Rasyid juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Camat, Kepala Desa, hingga Ketua RT dan RW di Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan.
Beliau meminta agar semangat gotong royong kembali dibangkitkan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
- Dilarang keras membuang sampah sembarangan.
- Wajib mengaktifkan kembali kerja bakti pembersihan saluran air (drainase).
- Siaga 24 jam dalam menghadapi potensi bencana akibat hujan dan angin kencang.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir di tengah warga yang terdampak bencana. Saya mohon kepada seluruh jajaran dan warga untuk tetap waspada dan siap sedia,” pungkasnya.(ceng)

Tinggalkan Balasan