TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Kesabaran warga Kampung Curug Serpong RT06 RW04, Tangerang Selatan, akhirnya habis. Senin (8/12), puluhan warga menggelar aksi demonstrasi mendesak di depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Mereka membawa satu tuntutan harga mati: Tutup TPA Cipeucang HARI INI JUGA!
Aksi ini dipicu oleh kondisi TPA Cipeucang yang kian mengerikan. Bukan lagi sekadar bau, “gunung sampah” raksasa di lokasi tersebut dilaporkan mulai longsor, menimbun aliran sungai, dan menyebabkan banjir air lindi (air limbah sampah) yang merendam rumah-rumah warga.
“Kami Diabaikan, Rumah Kami Tenggelam Sampah!”
Agus, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap lambatnya respons pemerintah. Menurutnya, nyawa dan kesehatan warga kini dipertaruhkan setiap hari.
“Sering diabaikan kita. Gunungan sampah sudah mendekati rumah, terus air lindi sudah jatuh ke tanah kita semua. Kita sudah ngadu tapi enggak ada respons dari mereka, diabaikan!” teriak Agus dengan nada emosional di lokasi kejadian.
Warga menilai TPA Cipeucang bukan lagi tempat pengelolaan sampah, melainkan bom waktu ekologis yang kini telah meledak, mencemari tanah dan air yang menjadi sumber kehidupan mereka.
6 Tuntutan Keras Warga kepada Pemerintah
Dalam aksi yang memanas tersebut, warga menyerahkan secarik kertas berisi enam tuntutan mendesak yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Hadi Widodo. Berikut isinya:
- PENUTUPAN TOTAL TPA Cipeucang terhitung hari ini, Senin, 8 Desember 2025.
- Normalisasi Sungai: Kembalikan fungsi dan kebersihan saluran air kali seperti sedia kala.
- Bersihkan Rumah Warga: Tanggung jawab penuh atas perapihan sampah yang menyerbu permukiman.
- Siagakan Alat Berat: Unit ekskavator harus standby 24 jam untuk mengeruk saluran air dan melindungi rumah warga.
- Stop Bau & Lindi: Penanganan segera terhadap limbah cair beracun dan polusi udara.
- Kompensasi & Kesehatan: Jaminan kesehatan gratis dan ganti rugi materiel bagi warga terdampak.
DPRD Tangsel Bunyikan Alarm Bahaya
Krisis sampah di Cipeucang ini sebenarnya sudah menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang Selatan. Pihak legislatif telah mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk tidak lagi menunda-nunda proses pembebasan lahan di sekitar TPA guna memperluas area pengelolaan, namun realisasi di lapangan dinilai lambat hingga akhirnya bencana longsor sampah terjadi.
Aksi hari ini menjadi peringatan keras bagi Pemkot Tangsel. Jika tuntutan tidak dipenuhi, warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dan memblokir akses masuk truk sampah dari seluruh penjuru Tangerang Selatan.(ceng)

Tinggalkan Balasan