Ditahan Kejati Banten, Ridwan Terduga Pelaku Pembobol Brankas Bank Banten Senilai 6,1 Miliar

Senin, 5 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan terduga pelaku pembobol brankas Bank Banten. (ist)

Ridwan terduga pelaku pembobol brankas Bank Banten. (ist)

TANGERANGNEWS.CO.ID, Serang | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan Ridwan sebagai tersangka dalam kasus pembobolan brankas Bank Banten di Malingping, Kabupaten Lebak. Ridwan, yang sebelumnya menjabat sebagai supervisor, diduga melakukan korupsi dengan total kerugian mencapai Rp 6,1 miliar.

Kajati Banten, DR. Didik Farkhan Alisyahdi, SH., MH, menjelaskan bahwa Ridwan secara sistematis mengambil uang tunai dari brankas Bank Banten selama 7 bulan, mulai dari Februari 2022 hingga September 2022. Aksi tersebut dilakukan pada sore atau malam hari ketika karyawan pulang.

Baca Juga :  Astaga !!! Tiga Orang Wanita Setengah Baya Diduga Ketahuan Ingin Mencuri

“Tersangka, yang menjabat sebagai supervisor, melakukan korupsi dengan mengambil uang tunai di brankas, terakumulasi sekitar Rp 6,1 miliar,” kata Kajati Didik Farkhan Alisyahdi pada Senin (5/2/2024).

Dalam upaya melancarkan aksinya, Ridwan juga mengelabui auditor dan pihak bank dengan membuat laporan fiktif melalui sistem rekening. “Dia selalu memuat, meng-input data fiktif terkesan dibuat ada pengeluaran,” tambah Didik.

Pihak manajemen Bank Banten berhasil mengungkap kasus ini setelah melakukan audit terhadap keuangan bank dan mengecek rekaman CCTV. Ridwan, yang juga pemegang kunci kombinasi brankas, langsung ditahan di Rutan Serang setelah penetapan status tersangka pada awal Januari 2024.

Baca Juga :  OpenAI Luncurkan Sora, Platform Inovatif Penerjemah Teks ke Video

Kajati Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan bahwa kasus ini telah melalui penyidikan yang jelas dan cepat, dan Kejati Banten bertekad untuk menindaklanjuti proses hukum lebih lanjut terhadap Ridwan.(wld)

Berita Terkait

Buat Laporan Polisi, Diduga Karena Uang DP Rumah Tidak di Kembalikan Oleh PT.CPP
Petugas Polsek Pondok Aren Amankan 21 Pelajar Terlibat Aksi Tawuran
Awas Ternyata Hoaks, Tidak Ada Mobilisasi Taruna STIN Pada Pemilu 2024
Merasa Kebal Hukum, Diduga Galian C Ilegal di Tenjo Merusak Alam, APH Tutup Mata
Pemekaran Wilayah di Provinsi Banten dengan Pembentukan Kota Baru, ‘Kota Santri’
Parah !! Seorang Keponakan Pedagang Durian di Bacok Begal
Edarkan Obat Terlarang, Polsek Jatiuwung Amankan Penjaga Toko Kosmetik
Kementerian PUPR Berikan Tanggapan Terbuka mengenai Perbaikan ‘Jalur Neraka’ Parung Panjang, Bogor
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 15:58 WIB

Buat Laporan Polisi, Diduga Karena Uang DP Rumah Tidak di Kembalikan Oleh PT.CPP

Jumat, 16 Februari 2024 - 22:48 WIB

Petugas Polsek Pondok Aren Amankan 21 Pelajar Terlibat Aksi Tawuran

Rabu, 14 Februari 2024 - 18:33 WIB

Awas Ternyata Hoaks, Tidak Ada Mobilisasi Taruna STIN Pada Pemilu 2024

Rabu, 14 Februari 2024 - 15:46 WIB

Merasa Kebal Hukum, Diduga Galian C Ilegal di Tenjo Merusak Alam, APH Tutup Mata

Kamis, 8 Februari 2024 - 07:19 WIB

Pemekaran Wilayah di Provinsi Banten dengan Pembentukan Kota Baru, ‘Kota Santri’

Rabu, 7 Februari 2024 - 09:23 WIB

Parah !! Seorang Keponakan Pedagang Durian di Bacok Begal

Senin, 5 Februari 2024 - 20:46 WIB

Ditahan Kejati Banten, Ridwan Terduga Pelaku Pembobol Brankas Bank Banten Senilai 6,1 Miliar

Senin, 5 Februari 2024 - 12:02 WIB

Edarkan Obat Terlarang, Polsek Jatiuwung Amankan Penjaga Toko Kosmetik

Berita Terbaru