TANGERANGNEWS.CO.ID, Surabaya | Surabaya ditetapkan sebagai kota percontohan nasional dalam pelaksanaan program pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digagas oleh Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI). Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya, proses pemadanan data penduduk telah mencapai tingkat keberhasilan sebesar 97% dari total 3,04 juta data penduduk.

Pemadanan data ini menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai kunci utama untuk memastikan keakuratan dan keterpaduan data. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis nasional dalam mewujudkan satu data sosial ekonomi yang akurat dan terintegrasi di seluruh Indonesia.

Kerja sama antara BPS Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya meliputi pemadanan 34 variabel penting yang menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi perumahan hingga status ekonomi warga. Diharapkan, seluruh data yang belum padan dapat diselesaikan dan diverifikasi secara lengkap pada bulan Juli 2025.

Program DTSEN ini tidak hanya memperkuat akurasi data di tingkat daerah, tetapi juga menjadi fondasi yang sangat penting bagi perumusan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran dan efektif secara nasional.

Kepala BPS Kota Surabaya menyatakan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung transparansi dan akurasi data sebagai kebutuhan mendesak dalam pembangunan nasional.(ceng)