TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Potret memprihatinkan dunia pendidikan kembali mencuat. Kondisi bangunan SDN 5 Ketapang, yang berlokasi di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan publik setelah diduga mengalami kerusakan serius akibat minimnya perawatan.

Saat tim awak media melakukan peninjauan langsung pada Senin (20/4), terlihat jelas sejumlah bagian bangunan sekolah dalam kondisi tidak layak. Dinding dan tiang tampak retak-retak, sementara plafon (langit-langit) terlihat rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Lokasi sekolah berada di wilayah Mauk, yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar. Namun kondisi di lapangan justru memunculkan kekhawatiran.

Siswa Mengaku Takut
Beberapa siswa yang ditemui di lokasi mengungkapkan rasa cemas mereka terhadap kondisi gedung sekolah.
“Ya…,” jawab salah satu siswa singkat, dengan ekspresi khawatir saat ditanya mengenai kondisi bangunan yang rusak.

Kepala Sekolah Tidak Ditemui, Guru Diduga Menghindar
Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah belum membuahkan hasil. Kepala sekolah tidak berada di tempat saat didatangi.
“Sedang di luar,” ujar salah satu pihak sekolah singkat.

Tangkapan layar kamera.(ist)

Sementara itu, saat awak media mencoba meminta keterangan dari guru terkait kondisi gedung, pihak guru diduga enggan memberikan tanggapan.

Pertanyaan Besar: Ke Mana Anggaran Perawatan?
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mengingat, pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang seharusnya memiliki alokasi anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan gedung sekolah.

Apakah pihak sekolah tidak mengusulkan anggaran? Atau justru ada persoalan lain dalam pengelolaannya?

Desakan Transparansi ke Pemerintah Daerah
Publik kini mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan inspeksi dan memberikan penjelasan secara terbuka.

Pasalnya, kondisi ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa—yang merupakan bagian penting dari masa depan bangsa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.(ceng)