TANGERANGNEWS.CO.ID, Karawang | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (30/6).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pengembangan industri energi baru sebagai langkah strategis menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden RI dengan penuh kebanggaan meresmikan ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL. Dengan demikian, saya nyatakan dimulai,” ujar Presiden.

Presiden tiba di lokasi acara sekitar pukul 13.45 WIB, didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruar Sirait, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta pejabat daerah setempat.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyaksikan prosesi secara virtual dari Desa Buli Asal, Halmahera Timur, Maluku Utara, lokasi pengembangan hulu proyek ini.

Peletakan batu pertama ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Prabowo bersama sejumlah pejabat terkait. Acara ini juga dihadiri oleh Pemilik Grup Artha Graha Tommy Winata, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir, dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik ini merupakan hasil kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, serta Lygend (CBL). Proyek ini dikembangkan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan enam subproyek, lima berlokasi di Halmahera Timur dan satu di Karawang.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek ini melibatkan investasi sebesar 5,9 miliar dolar AS dengan luas area mencapai 3.023 hektare. Proyek ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 8.000 orang dan akan didukung oleh pengembangan 18 proyek infrastruktur, termasuk dermaga multifungsi.

Dari sisi energi, proyek ini dirancang ramah lingkungan dengan pemanfaatan kombinasi pembangkit listrik antara lain PLTU 2×150 MW, PLTG 80 MW, pembangkit dari limbah panas 30 MW, serta tenaga surya sebesar 172 MWp, termasuk 24 MWp di pabrik Karawang.

Pabrik baterai di Karawang yang berlokasi di atas lahan seluas 43 hektare akan dioperasikan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan antara IBC dan CBL, anak usaha dari perusahaan baterai global Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Pabrik ini menargetkan kapasitas awal produksi baterai sebesar 6,9 GWh pada fase pertama, dan meningkat menjadi 15 GWh pada fase kedua. Operasi komersial dijadwalkan mulai pada akhir tahun 2026.

Di lokasi hulu di Halmahera Timur, ANTAM bersama Hong Kong CBL Limited (HK CBL) telah membentuk PT Feni Haltim (PT FHT) untuk mengembangkan kawasan industri energi baru. Kawasan ini mencakup proyek pertambangan nikel, smelter pirometalurgi dengan kapasitas 88.000 ton refined nickel alloy per tahun (target 2027), smelter hidrometalurgi dengan produksi 55.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate per tahun (target 2028), pabrik bahan katoda Nickel Cobalt Manganese (NCM) sebesar 30.000 ton per tahun (target 2028), serta fasilitas daur ulang baterai dengan kapasitas menghasilkan logam sulfat dan lithium karbonat sebanyak 20.000 ton per tahun (target 2031).(PW)