TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Perseteruan antara pedagang resmi dan pedagang kaki lima (PKL) di luar area Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, akhirnya menemukan titik terang. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, secara langsung turun tangan menengahi permasalahan yang sempat memanas ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung kondusif di ruang Solear pada Selasa (3/6), kedua belah pihak sepakat untuk melakukan penataan dan relokasi PKL ke dalam pasar yang dikelola oleh BUMD Perumdam Pasar Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR). “Alhamdulillah sepakat akan dilaksanakan penataan sekaligus yang di luar masuk ke dalam,” ujar Bupati Maesyal usai pertemuan.

Musyawarah ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para pedagang dan pembeli. Sebelumnya, keberadaan PKL di bahu jalan yang dianggap ilegal oleh pedagang resmi di dalam pasar menyebabkan penurunan omzet yang signifikan. Hal ini memicu protes keras berupa penghentian pembayaran retribusi pasar sejak 1 Mei dan aksi demonstrasi di depan pasar.

Mubarok, salah satu pedagang ayam resmi di dalam Pasar Sentiong, menyampaikan bahwa maraknya PKL di luar pasar membuat pembeli lebih memilih berbelanja di pinggir jalan karena akses yang lebih mudah dan komoditas yang ditawarkan relatif sama lengkapnya dengan yang ada di dalam pasar. “Intinya, dari hasil pertemuan dengan Pak Bupati, semua pihak sudah sepakat. Ini bukan penggusuran, melainkan penataan PKL yang ada di luar untuk masuk ke dalam pasar, dan perwakilan PKL pun sudah setuju,” jelas Mubarok.

Mubarok juga menambahkan bahwa penataan ini harus selesai sebelum Lebaran Idul Adha. Setelah penataan rampung, para pedagang resmi bersedia kembali membayar retribusi sebesar Rp 8.000 per hari, menandai berakhirnya mogok setor yang telah berlangsung sejak awal Mei lalu. “Itu komitmen pedagang dalam sampai ada penataan (PKL) ke dalam,” pungkasnya.

Dengan kesepakatan ini, diharapkan ketegangan yang selama ini membayangi Pasar Sentiong segera mereda, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih tertata dan berkelanjutan.(PW)