TANGERANGNEWS.CO.ID, Jakarta | Dunia jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi nekat seorang lulusan SMA yang mengunggah video pembakaran 13 sertifikat prestasi miliknya. Aksi melankolis sekaligus penuh amarah ini mendadak viral dan memicu gelombang simpati serta diskusi panas di kalangan netizen terkait carut-marutnya sistem jalur prestasi dalam penerimaan mahasiswa baru (maba).
Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas di platform TikTok dan Instagram, wanita tersebut memperlihatkan satu per satu sertifikat penghargaan yang diraihnya dengan susah payah selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya menyulut api dan membakarnya hingga menjadi abu.
”Ini bukan karena saya benci prestasi saya, tapi karena saya merasa seluruh usaha dan keringat saya selama ini sama sekali tidak dihargai oleh sistem,” ungkapnya dalam narasi video tersebut dengan nada bergetar.
Cermin Retak Jalur Prestasi: Ekspektasi vs Realita
Fenomena ini langsung menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan kita. Bagi banyak pihak, aksi ekstrem ini bukanlah sekadar mencari sensasi, melainkan sebuah puncak gunung es dari rasa frustrasi dan keputusasaan para peserta didik berprestasi.
Banyak yang menilai bahwa proses seleksi jalur prestasi saat ini masih menjadi “kotak hitam” yang kurang transparan. Akibatnya, gap yang besar antara ekspektasi tinggi para siswa berprestasi dengan realita hasil seleksi di lapangan kerap kali berujung pada kekecewaan mendalam.
Peristiwa tragis ini seketika memicu diskusi publik berskala nasional mengenai urgensi evaluasi total terhadap sistem seleksi berbasis prestasi. Netizen, pengamat pendidikan, hingga orang tua murid mulai angkat bicara menuntut adanya pembenahan instrumen penilaian agar lebih adil, akuntable, dan benar-benar berpihak pada mereka yang layak.
Suarakan Suaramu!
Tragedi 13 sertifikat yang terbakar ini menjadi refleksi bersama: Apakah jalur prestasi kita benar-benar sudah menghargai prestasi, atau justru hanya menjadi formalitas administratif semata?
Bagaimana dengan pengalamanmu sendiri atau kerabatmu saat berjuang melalui jalur prestasi? Apakah kamu merasa sistem yang ada saat ini sudah adil? (red)

Tinggalkan Balasan