TANGERANGNEWS.CO.ID, Makassar | Sebuah video pendek yang merekam aksi arogan seorang pengendara motor matic di Jalan Baddoka, Kota Makassar, mendadak viral dan memicu gelombang kecaman netizen. Bagaimana tidak, pria tersebut dengan sengaja menghalangi laju ambulans yang tengah membawa pasien dalam kondisi darurat pada Kamis, 7 Mei 2026.

Arogan: Menghalangi Sambil Beratraksi

​Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat pengendara tersebut tetap melaju di tengah jalan meskipun sirine ambulans sudah meraung-raung di belakangnya. Bukannya menepi, pria ini justru melakukan aksi berbahaya dengan lepas tangan dari stang motornya sambil terus melaju tepat di depan ambulans.

​Aksi “santai” yang tidak pada tempatnya ini memaksa pengemudi ambulans untuk melambatkan kendaraan demi menghindari kecelakaan, meski setiap detik sangat berharga bagi pasien yang sedang dibawa.

Netizen Geram, Polisi Diminta Bertindak

​Aksi tersebut memicu kemarahan publik yang menganggap perilaku pengendara motor itu tidak hanya arogan, tetapi juga tidak manusiawi. Ribuan komentar di media sosial mendesak pihak kepolisian agar segera mengidentifikasi dan menindak tegas pelaku.

​”Ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, ini soal nyawa manusia. Harusnya ada efek jera agar tidak ada lagi yang merasa jalanan milik pribadi,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Ambulans Adalah Kendaraan Prioritas Utama

​Secara hukum, aksi ini merupakan pelanggaran berat terhadap undang-undang lalu lintas. Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ambulans yang sedang mengangkut orang sakit merupakan kendaraan prioritas yang wajib didahulukan oleh pengguna jalan lain. Menghalangi kendaraan prioritas dapat dikenakan sanksi pidana kurungan maupun denda.

​Hingga saat ini, identitas pengendara motor tersebut masih misterius. Namun, warga Makassar dan netizen berharap rekaman video yang jelas tersebut dapat membantu pihak kepolisian untuk segera melakukan penjemputan dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.(ceng)