TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Situasi pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki fase krusial di awal tahun 2026. Rencana pembuangan 500 ton sampah per hari ke TPAS Cilowong, Serang, terpaksa terhenti total sejak 1 Januari 2026 akibat gelombang penolakan warga yang berujung pada penutupan sementara akses TPAS tersebut.

Menghadapi situasi genting agar Tangsel tidak menjadi “kota lautan sampah”, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, langsung mengambil langkah taktis. Ia menegaskan bahwa Pemkot Tangsel tidak tinggal diam.

“Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman sampah ke TPAS Cilowong ini bersifat sementara,” tegas Benyamin Davnie, Kamis (8/1/2026).

Sebagai solusi darurat untuk mencegah penumpukan, Benyamin menyatakan telah mendapatkan lokasi alternatif. Sebanyak 200 ton sampah per hari kini dialihkan pengirimannya ke wilayah Cileungsi.

“Ini adalah langkah taktis sementara yang berlaku selama 14 hari ke depan. Sambil jalan, kami terus melakukan lobi dan komunikasi intensif dengan Pemkot Serang agar kerjasama TPAS Cilowong bisa dilanjutkan kembali,” tambahnya.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan tidak ada sampah yang menumpuk di jalanan Tangsel imbas tertutupnya akses ke Serang.

Tak hanya mengandalkan daerah lain, Benyamin juga membocorkan rencana besar Pemkot Tangsel. Pihaknya kini tengah mengebut proyek kemandirian TPA Cipeucang. Modernisasi pengelolaan sampah di Cipeucang sedang dipercepat agar di masa depan, Tangsel bisa berdikari dan tidak lagi bergantung pada wilayah lain untuk membuang sampahnya.

Langkah Wali Kota ini menjadi bukti bahwa meski dalam tekanan dan penolakan, pelayanan publik—khususnya kebersihan kota—tetap menjadi prioritas utama yang tak bisa ditawar.(ceng)