TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Ancaman maut di tepian Sungai Cidurian kian nyata. Sebanyak 28 jiwa di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, kini harus hidup dalam pengungsian setelah tanah tempat mereka berpijak runtuh tergerus longsor pada Rabu (7/1/2026). Tragedi ini menyebabkan 5 rumah warga rusak parah—hampir rata dengan tanah—memaksa Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil langkah cepat dan tegas demi keselamatan nyawa.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas absolut yang tak bisa ditawar. Merespons kondisi tanah yang kian labil akibat curah hujan ekstrem, Pemkab Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) kini tengah mematangkan rencana relokasi warga dari zona merah tersebut.
“Kami tidak ingin mengambil risiko dengan nyawa warga kami. Salah satu opsi paling serius yang tengah kami pertimbangkan adalah relokasi bagi mereka yang berada di zona paling rawan. Ini bukan sekadar soal memindahkan rumah, tapi soal menyelamatkan masa depan mereka dengan mempertimbangkan aspek keselamatan jangka panjang dan kesiapan lahan,” tegas Bupati Maesyal Rasyid di lokasi kejadian.
Fakta Mengerikan di Lapangan:
Berdasarkan penilaian cepat tim ahli DBMSDA, longsor ini dipicu oleh kontur tanah yang sangat tidak stabil di sempadan sungai. Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang belakangan ini menjadi pemicu utama pergerakan tanah yang masif, mengubah rumah tempat bernaung menjadi puing-puing berbahaya dalam sekejap.
Langkah Cepat Tanggap Pemerintah:
Tidak menunggu lama, Pemkab Tangerang langsung bergerak melakukan koordinasi lintas sektor tingkat tinggi. Dinas terkait diperintahkan untuk segera bersinergi dengan:
- Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Cidurian–Cisadane (BBWS C3) untuk penanganan teknis sungai.
- Aparat Keamanan (TNI/Polri) untuk pengamanan area bencana.
- Pemerintah Wilayah Setempat untuk pendataan dan logistik pengungsi.
Kolaborasi ini dilakukan guna mempercepat penanganan darurat serta memastikan tidak ada lagi warga yang bertahan di area sempadan Sungai Cidurian yang kini berstatus waspada.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Tangerang. Ini adalah ujian berat bagi saudara-saudara kita di Cisoka. Pemerintah hadir dan kami pastikan solusi terbaik akan segera dieksekusi,” tutup Maesyal.(ceng)

Tinggalkan Balasan