TANGERANGNEWS.CO.IDTangerang | Di tengah euforia menyambut pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil langkah berani dan menyentuh hati. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi mengumumkan usulan untuk meniadakan seluruh pesta kembang api pada malam pergantian tahun baru 2026 di wilayah Kabupaten Tangerang.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk empati mendalam dan solidaritas kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita yang tengah berduka akibat bencana alam dahsyat yang melanda wilayah Sumatera baru-baru ini.

Langit Tangerang Akan Hening, Doa Akan Menggema

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa usulan ini bermula dari inisiatif Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang yang melihat kondisi bangsa sedang tidak baik-baik saja.

“Usulan ini diajukan Ketua MUI dan sudah disepakati serta diterima dengan baik oleh semuanya. Nanti kita buat Surat Edaran (SE) resminya segera,” tegas Bupati Maesyal Rasyid di Tigaraksa, Senin (22/12/2025).

Pesan moralnya jelas: Tidak elok kita bersorak sorai membakar uang di langit, sementara saudara kita di Sumatera sedang berjuang membangun kembali hidup mereka dari reruntuhan.

Dilarang Konvoi dan Pawai Jalanan

Selain pelarangan pesta kembang api, Pemkab Tangerang juga mengeluarkan “Kartu Merah” untuk aktivitas hura-hura lainnya:

DILARANG** menggelar pawai atau konvoi kendaraan (roda dua maupun roda empat).

Masyarakat diimbau untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan refleksi, doa bersama, atau berkumpul hangat bersama keluarga di rumah.

Pengamanan Ketat Polresta Tangerang

Untuk memastikan aturan ini berjalan efektif, Polresta Tangerang akan mengerahkan personel penuh untuk melakukan pemantauan ketat di titik-titik rawan keramaian. Pihak kepolisian tidak akan segan menindak tegas segala bentuk aktivitas yang mengarah pada gangguan ketertiban umum atau tindak pidana.

Raksasa Hiburan Mulai Tunduk

Gerakan solidaritas ini ternyata disambut positif oleh pelaku industri hiburan besar. Berdasarkan pantauan lapangan, dua destinasi wisata ikonik di Tangerang, Summarecon Mall Serpong (SMS) dan Scientia Square Park, telah secara resmi mengumumkan pembatalan pesta kembang api spektakuler mereka tahun ini demi menghormati suasana duka nasional.

Mari Kita Ganti Suara Ledakan dengan Doa

Pemkab Tangerang mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku usaha, komunitas, hingga individu, untuk bersatu hati. Mari kita ubah malam pergantian tahun ini menjadi momen kontemplasi dan penggalangan solidaritas.

Jangan biarkan langit Tangerang menyala karena ego kesenangan sesaat, biarkan ia teduh menaungi doa-doa terbaik kita untuk Indonesia.(ceng)