TANGERANGNEWS.CO.IDTigaraksa | Jagat media sosial Kabupaten Tangerang belakangan ini riuh. Sorotan tajam netizen mengarah ke kawasan Puspemkab Tigaraksa, di mana sebuah proyek pembangunan tugu “Titik Nol” sedang berlangsung. Angkanya tak main-main: Rp2,3 Miliar.

Sontak, angka fantastis ini memicu gelombang kritik. “Hanya untuk sebuah tugu?” tanya netizen. “Apa istimewanya tugu seharga rumah mewah?”

Menjawab keresahan publik yang viral tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang akhirnya buka suara dan mengungkap grand design yang sebenarnya. Ternyata, ada kesalahpahaman besar soal angka tersebut.

Bukan Sekadar Tugu, Tapi Pusat Edukasi Masa Depan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menegaskan bahwa narasi “Tugu Rp2,3 Miliar” itu kurang tepat. Anggaran tersebut bukan hanya untuk mendirikan sebuah pilar penanda, melainkan untuk membangun sebuah ekosistem baru: Taman Literasi Digital.

“Anggaran itu tidak berdiri untuk tugunya saja. Tugu nol hanya bagian kecil dari pengembangan kawasan taman literasi,” ungkap Erwin, Jumat (19/12/2025).

Jadi, apa yang sebenarnya didapat warga Tangerang dengan Rp2,3 Miliar itu?

  1. Revitalisasi Tugu Lama yang Terbengkalai: Tugu Titik Nol yang asli sebenarnya buatan Badan Informasi Geospasial (BIG), namun kondisinya sudah tidak layak pandang. Pemkab telah mengantongi izin BIG untuk menyulapnya menjadi ikon yang membanggakan.
  2. Taman Literasi Modern: Tepat di belakang tugu, akan dibangun ruang publik baru. Bukan sekadar taman bunga, tapi taman pintar.
  3. Fasilitas Edukasi Digital: Ini kuncinya. Kawasan ini akan dilengkapi sarana edukasi berbasis teknologi yang bisa diakses gratis oleh pelajar, mahasiswa, dan seluruh pengunjung.

Dari Simbol Mati Menjadi Ruang Hidup

Erwin menekankan bahwa keberadaan Titik Nol sangat krusial sebagai penanda koordinat wilayah. Namun, Pemkab Tangerang tidak ingin tempat itu hanya menjadi patok beton yang bisu.

“Kami kembangkan fungsinya supaya tidak hanya simbol, tapi juga punya nilai edukasi,” tegas Erwin.

Dengan kata lain, proyek ini adalah transformasi wajah Puspemkab. Dari sekadar pusat pemerintahan, menjadi destinasi wisata edukasi di mana warga bisa hangout sambil belajar, dan tentunya, berfoto di ikon baru kebanggaan daerah.

Kesimpulan: Wajah Baru Tigaraksa

Polemik ini membuka mata kita bahwa transparansi itu penting. Dengan penjelasan ini, diharapkan publik memahami bahwa Rp2,3 Miliar tersebut adalah investasi untuk Ruang Publik Terpadu, bukan sekadar monumen batu.

Siap menantikan wajah baru Titik Nol Kabupaten Tangerang? Mari kita kawal pembangunannya agar tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat!