TANGERANGNEWS.CO.ID, Jakarta | Dunia pemerintahan dan bisnis daerah kembali dikejutkan dengan penunjukkan sosok tak terduga sebagai pucuk pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Setelah sederet artis dan musisi menduduki posisi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kini giliran pelawak kondang Lies Hartono atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Cak Lontong diangkat menjadi Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pengangkatan resmi Cak Lontong diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 26 April 2025. Langkah ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan media sosial, sejumlah pihak menuding pengangkatan tersebut sebagai “jatah kue” politik mengingat rekam jejak Cak Lontong sebagai pelawak yang kerap tampil menghibur di acara politik dan lembaga negara.
Namun, Cak Lontong dengan tegas membantah tudingan tersebut. Dalam kunjungannya ke sebuah kantor media di Jakarta, Kamis (26/6/2025), ia menyatakan:
“Ini bukan soal mau atau tidak mau. Saya rasa ini penugasan yang dipercayakan kepada saya,” ujar Cak Lontong.
Pria berusia 45 tahun itu menegaskan bahwa pengangkatannya melalui proses seleksi ketat mulai dari administrasi hingga wawancara dan fit and proper test. Ia juga menilai jabatan komisaris berbeda dengan manajemen operasional yang harus hadir setiap hari.
“Saya tidak perlu hadir day-to-day di kantor seperti direksi. Saya lebih ke pengawasan dan strategi,” jelasnya.
Cak Lontong mengaitkan latar belakangnya dengan posisi baru ini. Selain dikenal sebagai pelawak, ia juga berlatar belakang pendidikan teknik elektro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai alumnus sukses di bidang seni.
“Saya merasa pekerjaan ini bisa saya jalani karena berhubungan dengan profesi saya sebagai pelaku seni, apalagi Ancol memiliki pasar seni,” tambahnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut angkat bicara soal alasan memilih Cak Lontong bersama tokoh lain seperti Pak Sutiyoso dan Irfan Setiaputra sebagai komisaris baru.
“Pak Sutiyoso, Pak Irfan Setiaputra, dan Cak Lontong adalah tokoh profesional yang kami nilai layak. Tidak ada yang diragukan dari mereka,” tegas Pramono saat ditemui di Balai Kota, Selasa (29/4/2025).
Selain Cak Lontong, RUPST juga menunjuk Irfan Setiaputra, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pergantian ini diharapkan memperkuat pengawasan dan strategi bisnis perusahaan ke depan.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko, menambahkan, “Susunan Dewan Komisaris dan Direksi baru berlaku efektif sejak ditutupnya RUPST. Untuk jajaran direksi, Direktur Utama dijabat Winarto, didampingi Cahyo Satriyo Prakoso, Daniel Nainggolan, dan Eddy Prastiyo.”
Penunjukan Cak Lontong sebagai komisaris menambah daftar selebritas yang mengisi posisi penting di BUMN dan BUMD pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, nama-nama seperti Ifan vokalis Seventeen, Ade Armando, dan Giring Niji juga telah dipercaya mengemban jabatan serupa.(ceng)

Tinggalkan Balasan