TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Sebuah insiden amuk massa mencekam terjadi di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu (14/6) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Satu unit mobil Honda Jazz menjadi sasaran kemarahan warga setelah pengemudinya diduga sengaja menggeber knalpot di dekat kerumunan masyarakat.
Kejadian yang berlangsung cepat ini mendadak viral di media sosial setelah rekaman video amatir warga beredar luas. Dalam video tersebut, tampak massa yang tersulut emosi menghentikan paksa mobil, merusak bodi kendaraan, hingga melakukan aksi main hakim sendiri terhadap para penumpang di dalamnya.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Geberan Knalpot di Angkringan
Menurut keterangan pihak kepolisian, peristiwa ini dipicu oleh aksi provokatif dari pengendara mobil yang dinilai mengganggu ketenangan warga yang sedang berkumpul menjelang subuh.
”Permasalahan bermula saat pengemudi Honda Jazz diduga beberapa kali menggeber kendaraan di depan sejumlah orang yang sedang berkumpul di angkringan,” ujar Kapolsek Cikupa, AKP Syamsul Bahri.
Massa yang tidak terima dengan aksi tersebut langsung menghadang laju kendaraan. Situasi dengan cepat memanas hingga berujung pada aksi perusakan dan penganiayaan.
Kondisi Kendaraan Rusak Parah dan Korban Luka-Luka
Akibat insiden tersebut, mobil Honda Jazz yang menjadi sasaran amukan mengalami kerusakan sangat parah.
- Kaca mobil pecah total di berbagai sisi.
- Bodi mobil penyok drastis akibat hantaman benda tumpul.
- Beberapa orang dalam kerumunan bahkan terlihat menaiki dan menginjak-injak atap mobil di tengah riuh teriakan massa.
Mobil tersebut diketahui dikemudikan oleh seorang pria berinisial MM, yang saat itu sedang bersama dua rekannya, DK dan AH. Ketiganya mengaku menjadi korban pengeroyokan dan menerima beberapa kali pukulan keras dari massa di lokasi kejadian.
Polisi Turun Tangan, Kasus Diambil Alih Polresta Tangerang
Pasca-kejadian, para korban langsung melaporkan aksi main hakim sendiri ini ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. Saat ini, kasus tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani oleh Polresta Tangerang. Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini dari kedua belah pihak, baik dari pemicu awal maupun aksi kekerasan yang terjadi.
”Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologis peristiwa tersebut,” tutup AKP Syamsul Bahri.

Tinggalkan Balasan