TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Di balik keruhnya aliran sungai di kawasan Tangerang Selatan, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang menolak menyerah pada keadaan. Zaenudin (39), seorang pria yang kehilangan pekerjaan akibat gelombang PHK di masa pandemi COVID-19, kini viral menjadi sorotan karena keberhasilannya bangkit dengan profesi yang tak biasa: pencari ikan sapu-sapu.
Bukan sekadar menyambung hidup, Zaenudin berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap ikan yang sering dianggap “sampah sungai” ini menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan.
Satu Karung Setiap Hari: Mengais Rezeki dari Dasar Sungai
Setiap pagi hingga siang, Zaenudin dengan telaten menyusuri aliran sungai. Berbekal keahlian yang ia dapatkan secara turun-temurun dari kampung halamannya di Bogor, ia mampu mengumpulkan hingga 50 kg ikan sapu-sapu (setara satu karung besar) dalam sekali turun ke sungai.
Pekerjaan yang mengandalkan fisik dan ketelitian ini ia lakoni demi menjaga dapur keluarga tetap mengepul setelah dunia industri menutup pintu baginya beberapa tahun lalu.
Cuan di Balik Sirip: Daging Filet hingga Telur yang Diburu
Zaenudin membuktikan bahwa ikan sapu-sapu memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan tepat. Dari hasil tangkapannya, ia melakukan proses filet mandiri untuk memisahkan bagian-bagian bernilai jual:
- Daging Filet: Dalam sehari ia bisa menghasilkan 10 kg daging filet yang dijual seharga Rp15.000 – Rp20.000 per kg. Daging ini sangat diminati sebagai pakan protein tinggi untuk hewan peliharaan seperti ikan Arwana, bebek, hingga anjing.
- Telur Ikan (Primadona): Bagian yang paling dicari adalah telurnya. Dengan harga mencapai Rp18.000 – Rp30.000 per kg, telur ikan sapu-sapu menjadi incaran para pemancing karena dianggap sebagai campuran pelet paling efektif untuk menarik ikan di kolam pancing.
Filosofi Bertahan Hidup
Bagi Zaenudin, sungai bukan sekadar aliran air, melainkan ladang rezeki yang tak pernah kering selama manusia mau berusaha.
“Pekerjaan ini memang kotor dan melelahkan, tapi halal. Di Bogor, ini sudah biasa dilakukan turun-temurun. Sekarang, alhamdulillah bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga di Tangsel,” ungkapnya.
Kisah Zaenudin menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa peluang bisa datang dari mana saja, bahkan dari tempat yang paling tidak terduga sekalipun. Semangat pantang menyerah pasca-PHK yang ditunjukkan Zaenudin kini memicu gelombang dukungan dan kekaguman dari netizen di media sosial.(ceng)

Tinggalkan Balasan