TANGERANGNEWS.CO.ID, Jakarta | Kepanikan melanda kawasan perkantoran Kementerian Dalam Negeri setelah kebakaran hebat tiba-tiba membakar ruang server Poliklinik di Gedung D, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Senin siang (20/4).
Asap tebal membumbung tinggi dari dalam gedung di wilayah Pasar Minggu, memicu kepanikan pegawai yang berhamburan keluar menyelamatkan diri. Sumber api diduga berasal dari ruang server yang menyimpan sistem vital pelayanan internal.
Sebanyak 75 personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku melawan kobaran api selama proses pemadaman yang berlangsung dramatis.
Korban Berjatuhan, Evakuasi Darurat Dilakukan
Sedikitnya enam orang dilaporkan mengalami luka dan sesak napas akibat menghirup asap pekat. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi, sementara tim penyelamat menyisir gedung untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak.
Sejumlah saksi menyebutkan bahwa kepulan asap muncul secara tiba-tiba, diikuti dengan alarm darurat yang memicu evakuasi massal. “Semua panik, asap langsung tebal sekali,” ujar salah satu pegawai yang berada di lokasi saat kejadian.
Sistem Terganggu, Investigasi Dimulai
Kebakaran di ruang server ini dikhawatirkan berdampak pada sistem administrasi dan pelayanan internal yang dikelola Ditjen Bina Pemerintahan Desa. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm serius terkait keamanan infrastruktur digital dan keselamatan gedung pemerintah.
Publik Menyoroti: Apakah Sistem Keamanan Sudah Memadai?
Kejadian ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan standar keamanan gedung pemerintah, terutama ruang server yang menyimpan data penting negara.
Situasi kini telah berhasil dikendalikan, namun dampak dari insiden ini diperkirakan masih akan terus bergulir, baik dari sisi pelayanan maupun evaluasi keselamatan ke depan.(ceng)

Tinggalkan Balasan