TANGERANGNEWS.CO.ID, Bali | Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, menjadi sorotan dengan inovasi pertaniannya yang unik dan modern. Sebanyak 547 petani padi yang tergabung dalam tujuh kelompok Subak kini memanfaatkan teknologi drone untuk pemupukan di areal persawahan mereka. Drone berbobot 50 kg ini memberikan efisiensi tinggi dan hasil panen yang memuaskan.

Pengelola Desa Jatiluwih mengungkapkan bahwa penggunaan drone telah membawa perubahan signifikan dalam proses pertanian. “Penggunaan drone lebih efisien dan menghasilkan panen yang bagus. Ini adalah langkah maju bagi pertanian kami,” ujar salah seorang pengelola.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, penggunaan drone juga menarik perhatian wisatawan. Pemandangan drone yang beraksi di atas hamparan sawah yang hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang ke Jatiluwih, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Bali.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi teknologi serupa demi meningkatkan hasil pertanian. Dengan perpaduan antara tradisi dan teknologi, Desa Jatiluwih tidak hanya mempertahankan warisan budaya Subak, tetapi juga membuka jalan menuju pertanian modern yang berkelanjutan.

Inovasi ini menjadikan Bali tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata budaya, tetapi juga sebagai pelopor pertanian canggih di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak daerah untuk mengintegrasikan teknologi dalam praktik tradisional mereka.(ceng)