Klaim Asuransi Kredit Meroket 83,5% Tembus Rp 8,10 Triliun

Sabtu, 17 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Asuransi Properti. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Asuransi Properti. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Klaim dibayarkan lini asuransi kredit mencapai Rp 8,10 triliun sampai dengan kuartal III 2022. Nilai itu melonjak hingga 83,5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp 4,41 triliun.

Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik & Riset Trinita Situmeang menyampaikan, lini asuransi kredit menjadi kontributor terbesar klaim dibayarkan industri asuransi umum sampai September 2022. Dari total klaim skala industri, asuransi kredit menyumbang porsi 29,6%.

“Ini klaim kurun tiga kuartal, mungkin masih terdampak karena Covid-19, kemudian adanya gagal bayar untuk polis-polis asuransi kredit yang sudah dijual pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Trinita dalam konferensi pers Data Industri Asuransi Umum Triwulan III-2022 secara daring, Jumat (16/12/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan klaim asuransi kredit juga patut diperhatikan dari rasio klaim yang bergerak naik dalam beberapa waktu belakangan. Rasio klaim asuransi kredit pada kuartal I, II, dan III tahun 2022 bergerak naik mulai dari 58,8%, meningkat jadi 73,0%, dan kembali tumbuh menjadi 75,2%.

Baca Juga :  Pengusaha Heran PHK 919 Ribu, Tapi Catatan Pemerintah 10 Ribu

Hal ini tidak terlepas dari pergerakan nilai klaim asuransi kredit yang juga semakin meningkat. Pada kuartal I-2022, klaim dibayarkan tercatat sebesar Rp 1,91 triliun. Kemudian pada kuartal II 2022 tercatat Rp 2,76 triliun dan kembali naik sebesar Rp Rp 3,43 triliun per kuartal III-2022. Sehingga sampai kuartal III 2022, total klaim asuransi kredit mencapai Rp 8,10 triliun.

Lini ini memang tengah menjadi sorotan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Eksekutif (KE) Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono membeberkan bahwa tren klaim asuransi kredit kian meningkat meskipun relatif terkendali.

Berdasarkan penuturan OJK, rasio klaim lini bisnis asuransi kredit memang masih jauh dibawah agregat 100% tapi patut untuk diwaspadai. Sudah ada satu-dua perusahaan yang mencatat rasio klaim lebih dari 100%.

“Untuk itu kami meminta kepada perusahaan asuransi bersama-sama dengan bank melakukan kesepakatan restrukturisasi terhadap pembayaran klaim asuransi kredit tersebut. Secara umum kami sedang dalam tahap mereview, nanti berkoordinasi dengan pengawas perbankan, terkait dengan produk asuransi kredit dimaksud,” ungkap Ogi.

Baca Juga :  Genjot TKDN, Argon Group Segera Rampungkan Pabrik Alkes

Dia mengatakan, skema restrukturisasi yang bisa disepakati misalnya perpanjangan waktu pembayaran klaim atau bahkan pengembalian premi. Melihat permasalahan ini, Pengawas Perbankan dan Pengawas IKNB OJK akan bersama-sama melakukan evaluasi, termasuk kemungkinan merubah regulasi yang ada. Hal tersebut menjadi penting memandang telah terjadi perang harga yang tidak masuk akal.

“Premi asuransi kredit itu relatif sangat rendah, rata-rata di bawah 1%, sementara claim probability daripada kredit itu di atas 2%. Jadi ini akan kami reviu mengenai hal tersebut. Intinya bahwa untuk penjualan asuransi kredit akan kita perketat sehingga bisa melindungi perusahaan asuransi yang menerima pertanggungan dari bank-bank yang ada,” ungkap Ogi.

Klaim asuransi umum
Terlepas dari klaim asuransi kredit, data AAUI turut mencatat peningkatan klaim sejumlah lini bisnis lain. Adapun hingga kuartal III 2022 industri asuransi umum mencatatkan total klaim dibayar mencapai Rp 27,41 triliun, tumbuh 20,5% (yoy) dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 22,75 triliun.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Beri Diskon Pajak 70 Persen untuk PBB-P2 dan BPHTB 25 Persen

“Klaim dibayar tumbuh sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi (20,3%). Secara absolut kenaikan klaim di asuransi kredit, yang juga cukup besar adalah dari asuransi properti, kendaraan bermotor, energy offshore, dan asuransi kesehatan,” beber Trinita.

Jika dirinci sampai kuartal III-2022, klaim asuransi properti tumbu 15,5% menjadi Rp 5,38 triliun. Klaim asuransi kendaraan bermotor naik 6,7% menjadi Rp 4,61 triliun. Lini asuransi kesehatan naik 44,0% menjadi Rp 2,84 triliun sampai kuartal III-2022. Sementara lini asuransi energy offshore meningkat 102,1% menjadi Rp 883 miliar.

Lini bisnis lainnya seperti asuransi rangka kapal, engineering, dan aneka juga mencatatkan pertumbuhan klaim. Sedangkan penurunan klaim dibukukan pada lini asuransi pengangkutan, penerbangan, satelit, energy onshore, liability, kecelakaan diri (personal accident/PA), dan suretyship.

(Red)

Berita Terkait

Rakyat Menangis !! Harga Beras Membumbung Tinggi
Solusi Teknologi HR: Pendukung Kepatuhan Perusahaan terhadap Kebijakan Pajak yang Diperbarui
Ekonomi China Masih Dibayangi Pelemahan di Penghujung Tahun
Lebihi Target Prapenjualan Tahun Lalu, BSD Berhasil Kantongi 6,75 Trilliun
Dolar AS Tembus Rp15.400, Ini Pemicunya!
Neraca Dagang RI Surplus, Tanda Rupiah Menguatkah!
Pertalite Dihapus & Muncul Pertamax Green, Ini Alasannya
Perjuangan Melarang Ekspor Bijih Nikel, Jokowi Izinkan Ekspor Pasir Laut di Tengah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Februari 2024 - 11:01 WIB

Rakyat Menangis !! Harga Beras Membumbung Tinggi

Minggu, 31 Desember 2023 - 06:54 WIB

Solusi Teknologi HR: Pendukung Kepatuhan Perusahaan terhadap Kebijakan Pajak yang Diperbarui

Jumat, 15 Desember 2023 - 15:47 WIB

Ekonomi China Masih Dibayangi Pelemahan di Penghujung Tahun

Selasa, 24 Oktober 2023 - 02:16 WIB

Lebihi Target Prapenjualan Tahun Lalu, BSD Berhasil Kantongi 6,75 Trilliun

Kamis, 21 September 2023 - 12:48 WIB

Dolar AS Tembus Rp15.400, Ini Pemicunya!

Senin, 18 September 2023 - 07:56 WIB

Neraca Dagang RI Surplus, Tanda Rupiah Menguatkah!

Senin, 4 September 2023 - 18:24 WIB

Pertalite Dihapus & Muncul Pertamax Green, Ini Alasannya

Kamis, 1 Juni 2023 - 12:54 WIB

Perjuangan Melarang Ekspor Bijih Nikel, Jokowi Izinkan Ekspor Pasir Laut di Tengah

Berita Terbaru